Home >  Berita >  Politik

Berikut Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sulteng

Berikut Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sulteng
Foto: Humas BNPB dan Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden.
Rabu, 30 Oktober 2019 06:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PALU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta penyelesaian proyek pembangunan hunian tetap (huntap) di Sulawesi Tengah khususnya Duyu-Tondo agar dapat segera diselesaikan.Hal itu disampaikan presiden saat meninjau langsung huntap di dua lokasi tersebut dalam kunjungan kerjanya yang didampingi oleh Ibu Negara, Iriana Widodo di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (29/10).

Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi mengakui bahwa perkembangan pembangunan huntap itu sempat mengalami hambatan dikarenakan masalah pembebasan lahan. Namun, mantan Wali Kota Solo itu memastikan bahwa hal tersebut sudah ditangani setelah dirinya menelepon langsung Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil yang diteruskan kepada pemerintah daerah.

"Permasalahan yang selama ini menjadi penghambat dalam proses pembangunan huntap ini kan masalah lahan. Sekarang sudah bisa diselesaikan pemerintah daerah," ungkap Jokowi.

Ads
Sebagai catatan, perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah pascabencana di Sulawesi Tengah tahap pertama hingga tanggal 27 Oktober 2019 mencakup target rumah 4.522 unit dengan total biaya anggaran sebesar 235,5 milyar. Sementara itu sebanyak 3.690 unit rumah sudah dalam proses pembangunan dan 49 unit telah selesai dibangun.

Adapun rincian pada tahap pertama ini meliputi dana bantuan darurat yang telah disalurkan untuk Kota Palu sebesar Rp 74,5 miliar. Dari target 1.594 unit rumah insitu, 1.241 unit masih dalam proses pembangunan dan 9 unit telah selesai dikerjakan di Kota Palu.

Selanjutnya di Kabupaten Sigi telah tersalurkan dana sebesar Rp 80,1 miliar. Dengan target 1.602 unit rumah insitu, sebanyak 1.155 unitnya dalam proses pembangunan dan 10 unit telah diselesaikan.

Sedangkan di Kabupaten Donggala dengan dana Rp 38,1 miliar dan target 899 unit rumah, 748 unit rumah insitu masih dalam proses pembangunan.

Kemudian dari dana bantuan darurat sebesar Rp 21,3 miliar untuk Kabupaten Parigi Moulong, kabupaten ini memiliki target rumah insitu sebanyak 427 unit. Saat ini 397 unit masih dalam proses pembangunan dan 30 unit telah selesai dibangun.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga bekerja sama dengan Universitas Tadulako dalam rangka membantu mewujudkan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui sektor pertanian dan perikanan mulai dari penanaman tanaman produksi seperti tomat, cabai, kangkung, dan budidaya karamba ikan mujair, nila dan lele.

Selain itu BNPB juga melakukan pendampingan terhadap pemberdayaan Usaha Menengah Kredit Mikro (UMKM) seperti kerajinan piring lidi, ikan olahan, tenun subi, produksi minyak kelapa, abon ikan, gula merah hingga rumah produkso meubel.***

www www