Home >  Berita >  Aceh Utara

Kepala Rutan Lhoksukon Khawatir Terjadi Hal Ini Jika Napi Ramli dan Safrizal Tidak Segera Dipindahkan

Kepala Rutan Lhoksukon Khawatir Terjadi Hal Ini Jika Napi Ramli dan Safrizal Tidak Segera Dipindahkan
Plt. Kepala Cabang Rutan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Ramli SH. ©2019 GOACEH.CO/DOKUMEN WARTAWAN JAMALUDDIN IDRIS
Selasa, 29 Oktober 2019 21:20 WIB
Laporan Wartawan Jamaluddin Idris

LHOKSUKON — Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara telah memindahkan dua terpidana ke Lapas Kelas II B Langsa, Senin (28/10/2019) kemarin. Kedua napi tersebut yaitu Ramli (55) dan Safrizal (42) selama ini dititip di Sel Mapolres Aceh Utara.

"Terpidana Safrizal merupakan dalang kerusuhan di Rutan yang terjadi beberapa waktu lalu. Sementara Ramli warga Binaan Lapas Tanjung Gusta kasus (penyelundupan) sabu 70 kilogram. Keduanya dititipkan di Sel Mapolres Aceh Utara," kata Plt. Kepala Cabang Rutan Lhoksukon Ramli SH saat dihubungi wartawan, Selasa (29/10/2019).

Ramli SH menceritakan kronologis pemindahan terpidana Ramli Cs dari Lapas Tanjung Gusta ke Cabang Rutan Lhoksukon. Sepengatahuannya, Ramli Cs dipindahkan ke Cabang Rutan Lhoksukon setelah dinyatakan ikut terlibat dalam kasus penyelundupan sabu 25 Kg dengan tersangka berinisial S alias PAN.

"Kemudian BNN menitipkan Ramli ke Cabang Rutan Lhoksukon. Namun dalam hal ini kita melihat Ramli sesudah diputuskan hukuman seumur hidup ditambah lagi kasus 25 kg sabu. Jadi di sini untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, maka kita minta bantu untuk dititipkan ke sel Mapolres sementara waktu, apalagi yang bersangkutan sedang dalam proses masa persidangan," ujarnya.

Ads
Selanjutnya, sambung Ramli SH, Polres Aceh Utara memberitahukan kepada pihaknya bahwa Ramli Cs dan Safrizal sudah ada putusan hukumannya atau inkrah, sehingga tidak mungkin lagi ditahan di sel Mapolres.

"Sudah ada putusan hukumannya. Sel di Polres sempit, sementara tahanan banyak. Maka kita berkoordinasi dengan pihak Kanwil Kemenkumham Aceh untuk dipindahkan. Yang Safrizal ini kan otak pelaku dalang kerusuhan, kita khawatir kalau terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan di Rutan. Misalnya bunuh diri atau hal-hal lain," ujar Ramli.

Saat ini, kata dia, situasi di Cabang Rutan Lhoksukon masih aman. Sementara jumlah Narapidana dan tahanan di Rutan tersebut setelah dipindahkan Safrizal dan Ramli ke Lapas Kelas II B Langsa, yaitu 375 orang.

Editor : JML
Kategori : Aceh Utara, Hukrim
www www