Ketum KNPI Abdul Aziz: Pemuda Penentu Keberhasilan Agenda Indonesia Maju

Ketum KNPI Abdul Aziz: Pemuda Penentu Keberhasilan Agenda Indonesia Maju
Ketua Umum DPP KNPI, Abdul Aziz bersama Presiden Joko Widodo. (Istimewa)
Senin, 28 Oktober 2019 23:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Umum DPP KNPI, Abdul Aziz menyatakan bahwa sekarang sudah bukan jamannya lagi pemuda bereuforia atau terjebak pada silogisme yang bersifat jargonistik dan labelistik.Ia tidak ingin ada pemuda terlena dengan nostalgia atas hal-hal yang tidak konstruk atas peretasan jalan pembangunan nasional kedepan.

Bahwa diskursus tentang kepeloporan, yakni intelektualitas, idealisme, mentalitas atau kritisisme pemuda secara kontekstual bagi Abdul Aziz telah selesai di uraikan dan diperdebatkan. "Hari ini, pada memontum refleksi kepeloporan pemuda kali ini, saya ingin tagih pemuda sesuatu yang lebih. Saya mengajak anak muda Indonesia untuk bertindak konkret, untuk berperan serta dalam suksesi visi Indonesia maju yang di gadang pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin," katanya, di Media Center DPP KNPI, Tulodong, Jakarta Selatan.

Sebagai pemuda, sambungnya, memang sudah fitrahnya melawan tradisi-tradisi yang membelenggu nilai-nilai kepeloporannya.

Ads
"Buat apa semua label itu, atau gelar yang berderet, namun disaat diminta langkah kongkret tetap terkesan buntu dan tersumbat. Maksud saya, semua konsep kepeloporan tidak akan ada artinya jika tidak disertai dengan keberpihakan yang progresif, yakni membantu pemerintah dalam merealisasikan visinya, karena sekarang sudah bukan waktunya lagi untuk bertindak kontraproduktif," tegasnya.

"Sebab itulah hal yang paling penting yang justru selama ini terabaikan, yakni keterlibatan pemuda dalam memecah kebuntuan akibat sumbatan keadaan, sehingga sejarah dan peradaban bangsa sulit mengalami loncatan-loncatan pajang ke arah yang lebih maju," papar Aziz

Aziz menambahkan, Peranan pemuda sangat menentukan berhasil-tidaknya agenda "Indonesia Maju" yang di rumuskan oleh pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Untuk itu pemuda harus menjadi tonggak persatuan, sekaligus menjadi turbin penggerak pembangunan negara.

“Bagi saya, sudah cukup kita terlena dengan hal-hal yang bersifat seremonial belaka, terjebak pada narasi-narasi besar yang terdengar usang. Kita pemuda harus segera bertindak dan berpihak kepada pemerintah, buktikan dengan tidakan konkret, kontributif dan produktif dalam mengambil bagian membangun bangsa,” cetusnya, Senin (28/10/2019).

"Lain sisi, kita apresiasi pemerintah dan patut bergembira, karena tidak sedikit pemuda yang dilibatkan dalam Kabinet Indonesia Maju ini, karena kami menilai ini adalah bentuk nyata kepedulian pak Jokowi dalam meregenerasi kepemimpinan bangsa ini ke depan," pungkasnya.***

www www