Sejak Orba, 3 Mantan Jenderal Pernah Jabat Menteri Agama, Ketiganya Lahir di Sumatera

Sejak Orba, 3 Mantan Jenderal Pernah Jabat Menteri Agama, Ketiganya Lahir di Sumatera
Menteri Agama Fachrul Razi. (dok)
Kamis, 24 Oktober 2019 10:44 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Fachrul Razi sebagai Menteri Agama (Menag) dalam Kabinet Indonesia Maju. Fachrul Razi merupakan mantan jenderal ketiga menjabat Menag sejak era Orde Baru (Orba).''Selanjutnya yang kesembilan, Bapak Fachrul Razi, sebagai Menteri Agama,'' ujar Presiden Jokowi saat mengumumkan nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Rabu (23/10/2019), seperti dikutip dari tempo.co.

Selain berpesan tentang program keagamaan, Jokowi mengingatkan Fachrul tentang deradikalisasi. ''Ini urusan di bawah beliau,'' kata Jokowi.

Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi (lahir di Banda Aceh, Aceh Darussalam, 26 Juli 1947. Fachrul yang kini berusia 72 tahun merupakan menteri tertua dalam Kabinet Indonesia Maju.

Ads
Sebelum Fahchrur, dua Menteri Agama di masa Orde Baru juga berasal dari kalangan militer. Alamsyah Ratu Perwiranegara adalah menteri Agama pada 1978-1983 pada kabinet Pembanguan III Presiden Soeharto.

Dalam laporan Majalah TEMPO edisi 8 April 1978, Alamsyah rutin mengunjungi berbagai sekolah hingga institusi pendidikan tinggi khusus keagamaan, mulai dari pondok pesantren hingga Institusi Injil Indonesia di Batu, Malang saat itu. Latar belakang Alamsyah dari militer membuat suasana penyambutan Alamsyah berbeda dengan menteri agama sebelumnya.

Seperti di Pondok Tambak Beras Jombang, Alamsyah disambut dengan lagu Selamat Datang, bukan kasidahan yang ditampilkan saat kedatangan menteri agama. ''Keadaan pondok pesantren ternyata jauh lebih maju dan lebih baik dari yang kita perkirakan, saya kira santri putrinya masih memakai cadar dan sebagainya, ternyata sudah ada yang berpakaian Pramuka segala,'' kata dia.

Alamsyah berkali-kali menyatakan bahwa kedatangannya bukan untuk menyuruh memperdalam fikih atau syari'ah. ''Itu bukan bidang saya. Saya hanya mengatur bagaimana politik memajukan agama,'' ujarnya di Pondok Tebu Ireng saat itu.

Alamsyah lahir di Kotabumi, Lampung Utara, Lampung, 25 Desember 1925. Ia telah memulai karir militer sejak 1945 dengan pendidikan militer Gyu Gun. Setahun kemudian Alamsyah menjadi Wakil Ketua Badan Keamanan Rakyat Lampung Utara. 

Karier Alamsyah terus naik hingga menjadi Komandan Batalyon XII, lalu Kepala Staf KODAM IV Sriwijaya, hingga mencapai pangkat Letnan Jenderal.

Menteri Agama yang berlatar militer lainnya adalah Laksamana Muda TNI (Purn.) Tarmizi Taher yang menjabat pada 1993-1998. Dalam Majalah Tempo Edisi Mei 1993, karier Tarmizi di Kementerian Agama yang saat itu Departemen Agama sudah cukup lama, dia sudah Sekretaris Jenderal sejak 1987.

Dalam wawancara khusus dengan TEMPO setelah dilantik menjadi Menteri Agama, Tarmizi menyatakan, memerioritaskan sejumlah program, salah satunya adalah mengirim tenaga IAIN atau Departemen Agama untuk dididik di universitas-universitas di Barat.

Program itu menuai kontroversi lantaran masih dianggap tabu bagi perkembangan Agama Islam. ''Saya akan menjadikan pejabat Departemen Agama sebagai manajer profesional, sekaligus intelektual dan pemimpin umat,'' kata Tarmizi.

Tarmizi Taher lahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Oktober 1936, dia lulus pendidikan kedokteran di Universitas Airlangga yang masuk ke TNI Angkatan Laut pada 1964. Tarmizi juga pernah tercatat sebagai Kepala Pusat Pembinaan Mental ABRI. ***

Editor : hasan b
Sumber : tempo.co
Kategori : Pemerintahan
www www