Musisi Terpolarisasi Politik, Benarkah?

Musisi Terpolarisasi Politik, Benarkah?
Sabtu, 19 Oktober 2019 21:30 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 telah usai, Jokowi-Maruf Amin yang keluar sebagai pemenang, akan dilantik besok, Minggu, 20 Oktober 2019, sebagai Presiden-Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.BBB Indonesia dalam beritanya menyebut, "sejumlah musisi mengambil posisi dalam konstelasi politik,". Posisi itu nampak seiring timbulnya gejolak sosial yang berkaitan dengan rancangan undang-undang kontroversial dan tuduhan pelemahan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Sebagian pemusik, salah satunya Efek Rumah Kaca (ERK), menilai musisi seharusnya berpihak kepada masyarakat lemah dan korban.

Di sisi lain, sekelompok musisi menjalin hubungan dengan pemerintah meski enggan disebut politis. Setidaknya, ini terkait dengan pertemuan beberapa musisi dengan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, 30 September lalu.

Ads
Sementara gejolak sosial terkait UU dan RUU kontroversial masih hangat, Konser musik bertajuk "Konser untuk Republik" digelar selama tiga hari-jelang dan saat Jokowi dilantik untuk jilid ke II-nya, di Cibubur, Jakarta.

Pertunjukan itu dimotori beberapa musisi kawakan, seperti Ian Antono dan Achmad Albar dari God Bless serta Romulo Radjadin alias Lilo dari Kla Project.

Para penggagas konser tiga hari itu dituding tak berempati dengan demonstrasi di berbagai kota bertema #reformasidikorupsi sepanjang September, yang bahkan menewaskan lima pedemo.

"Konser itu tidak berpihak pada yang lemah. Terjadi polemik di masyarakat, banyak korban jatuh, momentum konser itu tidak tepat," kata vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud.

"Penyelenggaran konser itu di saat ada orang yang sedang berdarah-darah," ujarnya kepada wartawan BBC Indonesia, Abraham Utama.

Sementara kata Lilo Kla Project, "gerakan (konser, red) ini muncul karena politikus tidak becus. Setelah kampanye selesai, mereka membiarkan perpecahan itu ada. Ini kan masalah serius,".

'WS Rendra dari dulu bilang, saat politikus memecah persatuan, pemusiklah yang menjahitnya kembali," kata Lilo.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik
www www