Home >  Berita >  Peristiwa

Ini Penyebab Pria di Inhil Tikam 4 Kali Lawannya Hingga Tewas

Ini Penyebab Pria di Inhil Tikam 4 Kali Lawannya Hingga Tewas
Ilustrasi. (int)
Kamis, 17 Oktober 2019 21:54 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU- Seorang pria bernama Ahmad Fauzi (22) nekat menikam warga Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, bernama Ilham Saputra hingga 4 kali yang menyebabkan korbannya tewas.Ternyata pria yang diduga memiliki kelainan jiwa itu karena kesal melihat tingkah laku Ilham. Peristiwa itu terjadi Rabu (16/10/2019) malam.

Kapolres Inhil, AKBP Indra Dhuaman, melalui Paur Humas Polres Inhil, Iptu Warno mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sabilal Muhtadin, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan hulu, Kabupaten Inhil sekitar pukul 23.00 WIB.

"Awalnya ada masyarakat yang melaporkan ke Polsek Tembilahan Hulu kalau ada orang yang kelahi, lalu tim Opsnal mendatangi lokasi tersebut dan menemukan korban Ilham sudah dalam keadaan terbaring berlumuran darah," kata Warno kepada GoRiau.com, Kamis (17/10/2019) malam.

Ads
Kemudian tim opsnal membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan pertolongan medis, karena kondisi korban sudah sangat kritis, korban meninggal dunia pada hari Kamis (17/10/2019) sekitar pukul 03.00 WIB. Lalu tim kembali ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.

"Setelah melakukan pemeriksaan kita dapat pelakunya, lalu diamankan laki-laki bernama Ahmad Fauzi dan membawanya ke Polsek untuk dimintai keterangan," lanjutnya.

Setelah dimintai keterangan, ternyata Fauzi nekat menghunuskan pisau yang dibawanya sebanyak empat kali di tubuh Ahmad hanya karena tidak senang atau kesal melihat tingkah korban tanpa menjelaskan apa yang dilakukan korban terhadap dirinya.

"Jadi waktu kita mintai keterangan pelaku ini tidak jelas memberikan keterangan, dugaan kita diduga mempunyai kelainan Jiwa atau mengalami stres sehingga belum bisa dimintai keterangan," tutup Warno.

Selanjutnya pihak kepolisian akan melakukan test kejiwaan (Psikiater) terhadap pelaku untuk mengetahui apakah benar-benar mengalami kelainan jiwa atau tidak.***

Kategori : Peristiwa, GoNews Group
www www