Hotspot Sore Ini Meningkat di Pulau Sumatera Dibandingkan Pagi, Teknologi Modifikasi Cuaca Diperluas Hingga Jambi

Hotspot Sore Ini Meningkat di Pulau Sumatera Dibandingkan Pagi, Teknologi Modifikasi Cuaca Diperluas Hingga Jambi
Hujan di Tanjung Peranab, Provinsi Riau, tadi pagi.
Selasa, 15 Oktober 2019 19:20 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Dari pantauan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hotspot atau titik panas meningkat 20 hotspot di Pulau Sumatera dibandingkan tadi pagi sebanyak 666 hotspot, Selasa (15/10/2019).Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru mengatakan kepada GoRiau.com, pantauan satelit pukul 07.00 WIB tadi pagi, hotspot terbanyak di Provinsi Sumatera Selatan 465 hotspot, disusul Provinsi Jambi 170 hotspot. Sementara Provinsi Lampung 17 hotspot dan Riau hanya 14 hotspot.

"Sedangkan hotspot pukul 16.00 WIB, di Pulau Sumatera ada 686 hotspot yang tersebar paling banya di Provinsi Sumatera Selatan 368 hotspot dan Jambi 221 hotspot. Sementara di Provinsi Bengkulu dan Sumatera Barat masing-masing 2 hotspot. Untuk Riau hanya 25 hotspot sore ini," kata Sukisno.

Untuk malam hari ini nanti, dikatakan Sukisno, cuaca diperkirakan cerah berawan. Berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai angin kencang dan petir di wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru.

Ads
"Dini hari besok, cuaca diperkirakan cerah berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi dan Kampar," ujarnya.

Terpisah, Wadan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger mengungkapkan, bahwa hari ini satgas udara masih melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca disejumlah daerah di Riau hingga ke perbatasan Provinsi Jambi.

"Bahan yang kita semai tadi pagi kalsium oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram, disisi selatan Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir, hingga perbatasan Provinsi Jambi. Siang tadi, bahan yang kita semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram di Kabupaten Siak, Pelalawan dan Kampar," ungkap Edwar yang juga menjabat Kepala BPBD Riau.

Ia berharap, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga bisa segera padam. Begitu juga karhutla di Riau. "Jumlah hotspot di Riau jauh lebih sedikit dibandingkan Sumatera Selatan dan Jambi," jelasnya. ***

www www