Home >  Berita >  Umum

Mantapkan Bridging SIKDA dan PCare BPJS, Dinkes Bireuen Gelar Pertemuan

Mantapkan Bridging SIKDA dan PCare BPJS, Dinkes Bireuen Gelar Pertemuan
Rabu, 18 September 2019 08:50 WIB
Penulis: Rio Jamal
LHOKSUKON — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bireuen dan BPJS Kesehatan menggelar pertemuan untuk seluruh petugas Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) wilayah Kabupaten Bireuen. Selain dihadiri oleh seluruh petugas puskesmas yang bertanggung jawab mengoperasikan SIKDA, pertemuan yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Bireuen pada Selasa (17/09) itu turut pula dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan dan seluruh Kepala Puskesmas di wilayah kerja Kabupaten Bireuen.

“Dinas Kesehatan akan terus berupaya dan bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan akan terus mendukung berjalannya Program JKN-KIS ini dengan menyediakan perangkat serta sarana dan prasarana bagi puskesmas-puskesmas yang berada di bawah naungan Dinkes Bireuen,” ujar Amir Addani, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen membuka pertemuan.

Dalam upaya menjalankan amanat Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bireuen dan BPJS Kesehatan selalu bersinergi mengupayakan kemudahan-kemudahan layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya dengan melakukan pengintegrasian aplikasi SIKDA milik Kementerian Kesehatan dan Aplikasi P-Care milik BPJS Kesehatan.

Integrasi SIKDA dan P-Care merupakan gabungan fitur pencatatan sehingga tidak terjadi inefesiensi sumber daya manusia dalam memberikan layanan di fasilitas kesehatan. Data layanan seperti biodata peserta, jenis pemeriksaan fisik yang dilakukan, diagnosa, serta tindak lanjut pemeriksaan yang diinput dalam SIKDA akan otomatis terbaca dalam P-Care sehingga pencatatan secara digital cukup dikerjakan oleh satu orang petugas saja.

Ads
“Nantinya petugas entry data SIKDA dan P-Care akan dipantau langsung oleh Kepala Puskesmas secara rutin, sehingga sistem baik yang kita terapkan ini bisa berjalan lancar,” lanjut Amir.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe melalui Kepala BPJS Kabupaten Bireuen, Neri Eka Putri mengatakan bahwa pihaknya sudah merampungkan uji coba pengintegrasian sistem melalui User Assesment Test (UAT).

“Kita sudah beberapa kali uji coba, dari menggunakan Cons-ID dan secret key yang bersifat tester hingga pada akhirnya dinyatakan layak dan saat ini sudah bisa langsung digunakan untuk pencatatan seluruh data layanan secara akurat dan tepat,” pungkas Neri.

Lebih lanjut Neri mengatakan bahwa pencatatan secara digital yang dilakukan secara terintegrasi itu sangat membantu dalam hal pemberian pelayanan kesehatan yang berkualitas oleh fasilitas kesehatan, karena basis data ada telah secara lengkap.

Neri pun menambahkan bahwa ada beberapa daerah di bawah naungan BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe yang sudah menerapkan sistem terintegrasi ini. “Untuk saat ini baru Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tengah saja yang sudah mengintegrasikan SIKDA dengan P-Care, sedangkan yang lain (Kab. Aceh Utara, Kab. Bener Meriah dan Kota Lhokseumawe) masih dalam proses persiapan sarana prasarana serta uji coba. Mari kita bersama-sama berupaya agar cepat terlaksana sehingga bisa meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan di tiap fasilitas kesehatan yang ada,” tutup Neri.
Kategori : Umum, Aceh
www www