Home >  Berita >  Peristiwa

Tak Mau Kalah dengan yang Berpakaian Dinas dan Seragam, Jamaah Suluk di Riau Juga Peringati HUT RI Meski Pakai Jubah

Tak Mau Kalah dengan yang Berpakaian Dinas dan Seragam, Jamaah Suluk di Riau Juga Peringati HUT RI Meski Pakai Jubah
Para jemaah Thariqat Naqsyabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah saat mengikuti upacara HUT ke-72 RI
Sabtu, 17 Agustus 2019 12:07 WIB
PEKANBARU - Pakaian tidak menghalangi orang Riau untuk memperingati HUT kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia. Seperti yang terlihat di Desa Tangga Batu, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Di sini, HUT RI diwarnai dengan kegiatan dzikir dan doa yang dilakukan para jemaah Thariqat Naqsyabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah yang sedang melaksanakan ibadah suluk. Bukan hanya itu, mereka juga ikut upacara bendara dengan mengenakan jubah.Puluhan jemaah suluk di bawah pimpinan DR Syekh Muhammad Nur Ali, ini mengikuti rangkaian upacara pengibaran bendera merah putih dengan berjubah dan nampak memiliki barisan sama halnya para pelajar dan aparat pemerintahan Desa Tanjung Batu, Sabtu (17/8).

Kehadiran para suluk ini menjadi warna tersendiri pada barisan peserta upacara lainnya. Mereka memakai syurban serta mengenakan kain sarung dan jas. Seorang pimpinan barisannya pun turut memberikan laporan kepada pemimpin upacara.

"Kami merasa bangga dan bersyukur upacara HUT RI ke 74 di desa ini diikuti oleh para pimpinan thariqat, para syekh muda, khalifah dan jemaah suluk. Semoga perayaan kemerdekaan RI tahun ini mendapat berkah ilahi," ujar Kepala Desa Tangga Batu, Mukhlisin Siagian.

Ads
https://www.goriau.com/assets/imgbank/17082019/suluk2jpg-8262.jpg

Upacara bendera tersebut juga diisi dengan rangkaian doa yang dipimpin oleh Muhammad Syukron SPdi, seorang syekh muda jemaah thariqat naqsyabandiyah al kholidiyah jalaliyah.

Sebelumnya, puluhan jemaah thariqat ini melaksanakan ibadah suluk dengan berzikir di rumah suluk yang berada di kawasan lapangan c tempat upacara HUT RI desa Tangga Batu. Para suluk ini melaksanakan kegiatan ibadah selama 5 hari yang betepatan dengan HUT RI 17 Agustus 2019.

"Malam sebelum perayaan HUT RI kami diperintahkan oleh Mursyid Syekh Muhammad Nur Ali agar mengikuti upacara bendera perayaan HUT RI bersama masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan ibadah suluk karena merawat NKRI dengan Illahi," kata Syukron. (gs1)

Editor : Hermanto Ansam
Kategori : Peristiwa, GoNews Group
www www