Home >  Berita >  Umum

Berkat JKN-KIS, Reza Tak Jadi Jual Motor

Berkat JKN-KIS, Reza Tak Jadi Jual Motor
Reza Fahlevi (29) memperlihatkan kartu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Kamis, 15 Agustus 2019 21:47 WIB
ACEH - "Dengan hanya bayar iuran 51.000 per bulan, semua biaya pengobatan dan operasi saya bisa gratis, sepeda motor kesayangan saya pun tak jadi dijual, sungguh sangat luar biasa kan," demikian kata Reza yang terlihat sumringah sembari mengenang kembali musibah yang pernah ia alami hingga memaksanya merasakan dinginnya ruang operasi.

Reza Fahlevi (29 tahun) merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dengan membayar iuran secara mandiri setiap bulannya.

Pada awalnya, Reza dan keluarganya tak mengira bahwa dengan membayar rutin iuran yang tergolong murah tersebut, seluruh biaya pelayanan di rumah sakit bisa ditutupi sampai suatu hari ia mengalami musibah yang tak dapat dia elakkan.

"Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak”, itulah ungkapan yang tepat menggambarkan kondisi Reza saat mengalami musibah beberapa waktu lalu. Pemuda asal desa Gelanggang Kulam Kabupaten Bireuen itu terjatuh dari pohon saat tengah membantu memanen hasil kebun kelapa milik neneknya.

Ads
"Waktu itu niatnya mau bantu panen kebun nenek, nggak taunya saya terjatuh dari pohon kelapa yang tingginya kurang lebih 5 meter, dibawahnya pun banyak balok-balok dan bebatuan," cerita Reza yang tak dapat mengelak musibah yang menimpanya saat itu.

Saat ditemui di kediamannya pada Kamis (15/08) lalu, Reza pun bercerita bahwa segera setelah terjatuh, bahunya kirinya seperti mati rasa dan sulit untuk digerakkan. Mendengar hal tersebut, keluarganya panik dan segera melarikan Reza ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Bireuen untuk mendapat penanganan medis.

Hasil rontgent di rumah sakit menunjukkan bahwa Reza mengalami patah bagian tulang bahu dan disarankan untuk segera dilakukan pembedaan pemasangan implan/pen pada bagian tulang yang patah tersebut.

"Sempat bingung awalnya, karena saya tidak menunjukkan kartu BPJS jadi kata perawat biaya yang dibutuhkan kurang lebih 15.000.000. Saya tambah panik, apakah motor saya harus dijual atau bagaimana untuk membayar biaya sebanyak itu, saya sudah bingung sekali," ungkap Reza.

Lantas ketika ditanyai kepemilikan kartu JKN-KIS, Reza langsung mengatakan bahwa ia dan keluarganya sudah memiliki kartu itu dan segera memberikannya ke petugas dan perawat.

"Ternyata kartunya bisa dipakai karena saya juga rutin bayar iuran tiap bulan, dan biaya pengobatan saya semuanya ditanggung, saya heran tapi bersyukur sekali karena kalau dipikir-pikir biayanya sangat mahal dibanding dengan iuran yang kami bayar, Alhamdulillah saya pun nggak jadi jual motor,” lanjut Reza.

Reza yang saat ditemui dikediamannya sudah dalam keadaan sehat paska operasi tersebut mengucapkan terima kasih atas kehadiran program yang sangat membantu masyarakat. “Terima kasih BPJS, saya sangat terbantu, masalah biaya pengobatan bukan lagi menjadi persoalan beban besar, semoga pelayanan terbaik juga bisa selalu diberikan, jaya terus Indonesia,” tutup Reza seraya mengucapkan salam perpisahan.[]
Editor : JML
Kategori : Umum, Bireuen
www www