DPR Segera Berkoordinasi dengan Kemendikbud soal Ayah yang Menangis tak Bisa Bayar Kuliah Putrinya

DPR Segera Berkoordinasi dengan Kemendikbud soal Ayah yang Menangis tak Bisa Bayar Kuliah Putrinya
Ilustrasi memperjuangkan pendidikan milik jurnalmediaindonesia
Sabtu, 20 Juli 2019 18:43 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, menyusul viralnya video tangis seorang ayah yang tak mampu bayar kuliah.

"Artinya, persoalan seperti ini di daerah sering terjadi, padahal dalam UU Pendidikan Tinggi kita sudah atur," kata Reni di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

Video tangisan ayah yang tak mampu membayar uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp4juta rupiah untuk putrinya, di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Pekanbaru, Riau itu, viral dari unggahan akun twitter @ajemikkk.

"Sesungguhnya tidak boleh terjadi. UKT ini sudah ada klasifikasinya juga. Makanya, ini ketidakcermatan manajemen kampus yang mengeluarkan kebijakan (dan) ini disesalkan," ujar Reni.

Ads
Ia menambahkan, "kita sudah cantumkan jangan sampai ada hak peserta itu-yang harusnya memperoleh pendidikan, tetapi terkendala hal seperti ini,".

Sebelumnya, dalam video yang viral itu, M Zuhri Pulungan (52) tampak berjalan meninggalkan gedung sambil menggandeng anaknya, Rizki Romadiah. Sesekali, pria itu mengusap wajahnya.

Pasca viralnya video tersebut, sumbangan dari para donatur pun sudah mengalir untuk Rizki. Bantuan juga diberikan untuk Laila, yang mendapatkan UKT 5 dengan dana Rp 4.150.000.

"Untuk UKT Rizki sudah ada salah satu dosen di UIN Pekanbaru yang memberikan dana bantuan tersebut," kata Ulil Azmi, mantan anggota BEM UIN Suska Pekanbaru.

Sedangkan Laila, lanjut Azmi, juga terbantu oleh donatur dari Jakarta dan Pekanbaru yang akan membayarkan dana UKT.

"Untuk pembayaran UKT, mereka semuanya sudah ada yang mendanainya," kata Azmi.***
wwwwww