Home >  Berita >  Umum

Diminta Jadi Ketua Persatuan Masyarakat Riau Jakarta, Ini Jawaban Kapolda Metro Jaya

Diminta Jadi Ketua Persatuan Masyarakat Riau Jakarta, Ini Jawaban Kapolda Metro Jaya
Kapolda Metro Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (batik hijau) saat berfoto bersama Ketua PMRJ Rusli Effendy dan Gubernur Riau Syamsuar. (GoNews.co)
Minggu, 07 Juli 2019 23:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sebagian tokoh dan masyarakat Riau di Jakarta menginginkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menjadi Ketua Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ) menggantikan Rusli Effendy yang masa jabatanya akan segera berakhir tahun 2019 ini.Terkait dengan keinginan masyarakat Riau tersebut, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengaku sangat berterimakasih. Namun kata Gatot, dirinya belum bisa memberikan kepastian. "Iya terimakasih banyak, tapi lihat nanti lah ya," ujar Irjen Gatot saat diwawancarai GoNews.co usai memberikan sambutan acara Halal Bihalal PMRJ bersama Gubernur Riau Syamsuar, Minggu (07/07/2019) di Anjungan Riau, TMII Jakarta.

Saat ini kata Gatot, yang terpenting adalah bagaimana terus menjaga silaturahmi dan menjaga kekompakan antara masyarakat Riau di Jakarta. "Terlebih lagi pasca Pilpres ini memang saatnya kita (Warga Riau) bisa kembali bersatu. Perbedaan pilihan yang sempat membuat hubungan renggang harus kita satukan lagi," tandasnya.

Bukan hanya sesama warga Riau kata Gatot, tapi juga berlaku ke warga lainnya yang ada di Jakarta. "Di Jakarta ini kan masyarakatnya datang dari semua daerah. PMRJ sebagai organisasi yang beranggotakan 5 ribu orang lebih, harus bisa menjalin hubungan baik dengan semua suku yang ada di Jakarta ini," tukasnya.

Ads
Silaturahmi seperti Halal Bihalal ini kata Dia, adalah merupakan salah satu cara untuk kembali memperkokoh persatuan dan kesatuan. "Dalam Islam sendiri, Silaturahmi bisa memperpanjang umur, meluaskan dan mendatangkan rezeki," pungkasnya.

Untuk diketahui, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono adalah salah satu tokoh dari Provinsi Riau, yang saat ini menjabat Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Idham Azis.

Sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya, Gatot Eddy Pramono sempat menduduki beberapa jabatan. Pria kelahiran Solok, Sumatera Barat pada 28 Juni 1965 merupakan perwira tinggi lulusan AKPOL pada tahun 1988 yang dari kecil hidup dan sekolah di Pekanbaru, Riau.

Sepanjang karirnya, ia pernah dipercayakan menjadi Kapolres Blitar, Sekretaris Pribadi Kapolri, dan Kapolres Metro Depok (2008). Selanjutnya, ia pernah menjabat Kapolres Metro Jaksel (2009), Direktur Reskrimum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya (2011), Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2012), Kabagdukminops Robinops Sops Polri (2013).

Ia juga pernah menduduki posisi Karolemtala Srena Polri (2014), Wakapolda Sulsel (2016), Staf Ahli Sosial Ekonomi (Sahlisosek) Kapolri (2017) dan yang terakhir Gatot menjabat sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri.

Tahun 2018, Gatot juga dipercaya menjadi Ketua Satgas Nusantara. Satgas ini dibentuk agar Pilkada Serentak 2018 bisa berjalan aman. Gatot dirotasi menjadi Kapolda Metro Jaya berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/188/IKEP/2019 tertanggal 22 Januari 2019.

Meski tidak pernah berdinas di Pekanbaru, Gatot tinggal dan menghabiskan masa kecilnya Kota Bertuah dan menamatkan sekolahnya di SMA 1 Pekanbaru angkatan '84.***

Kategori : Umum, Peristiwa, Pemerintahan
www www