Anak Buah Yusril Ungkap Ekstrem dan Khilafah Dibuat untuk Sudutkan Prabowo-Sandi

Anak Buah Yusril Ungkap Ekstrem dan Khilafah Dibuat untuk Sudutkan Prabowo-Sandi
Kamis, 20 Juni 2019 16:31 WIB
JAKARTA - Luar biasa upaya untuk memojokkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019 lalu. Diksi ekstrem, khilafah, anti kebhinnekaan, sengaja dibuat untuk menjatuhkan mereka.Hal tersebut terungkap dari kesaksian Hairul Anas Suadi dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (20/6/2019) dinihari. Hairul adalah politisi Partai Bulan Bintang dan juga keponakan mantan Ketua MK, Mahfud MD.

Awalnya, saksi mengungkap pelatihan untuk saksi yang digelar oleh Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin mengajarkan untuk melakukan kecurangan.

“Jadi saya adalah caleg dari Partai Bulan Bintang yang merupakan pendukung Paslon 01, kemudian saya ditugaskan hadir dalam pelatihan saksi,” ujar Hairul. PBB adalah partai Yusril Ihza Mahendra, ketua tim kuasa hukum Jokowi-Maruf.

Ads
Dalam pelatihan yang digelar beberapa bulan sebelum pemungutan suara di Jakarta itu, Anas mengaku mendapatkan materi pelatihan kecurangan bagian dari demokrasi.

Menurutnya, materi yang disajikan dirasa mengagetkan dan membuatnya merasa tidak nyaman dalam mengikuti pelatihan itu.

Ia mencontohkan tentang pengerahan aparat untuk kemenangan salah satu pasangan calon yang menurut dia tidak sesuai dengan prinsip demokrasi.

“Terlebih lagi menunjukan gambar orang, tokoh, pejabat, kepala daerah yang diarahkan untuk memberikan dukungan logistik untuk salah satu paslon, ini mengganggu saya hingga pada akhirnya saya membantu 02,” ucap Anas.

Kuasa hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto, kemudian bertanya kepada saksi apakah dalam pelatihan terdapat materi untuk memenangkan jutaan suara.

Saksi menjawab tidak terlalu detail untuk itu, tetapi hanya strategi pemilu dan cara kampanye, misalnya agar paslon 01 menang, paslon 02 diidentikkan dengan ideologi ekstrim dan radikal.

Bambang selanjutnya menanyakan apakah diksi yang digunakan dalam pelatihan berkaitan dengan radikal dan ekstrim sengaja dipakai untuk menjadi bagian pemenangan.

“Diksi antibhineka, khilafah memang diselipkan banyak. Memang Berbau isu di media sosial, saya rasa materi-materi itu,” kata saksi. (antara)

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : ANTARA
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik
www www