Peringkat ke 3 Wisata Halal di Indonesia, Syamsuar: Agustus 1.000 UMKM dapat Sertifikat MUI dan BPOM

Peringkat ke 3 Wisata Halal di Indonesia, Syamsuar: Agustus 1.000 UMKM dapat Sertifikat MUI dan BPOM
Sabtu, 18 Mei 2019 19:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dibawah NTB dan Aceh, Provinsi Riau mendapat rangking ke-3 destinasi wisata halal di Indonesia versi Muslim Travel Indeks (MTI) yang diumumkan di Jakarta, Selasa (9/4/2019) lalu.

Penilaian rangking sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting and Conference yang dihelat Kementerian Pariwisata RI.

Bahkan Kementerian Pariwisata sendiri mengatakan, semangat Provinsi Riau dalam pengembangan wisata halal ini sangat luar biasa. Itu terbukti, pada tahun 2018 lalu Riau berada pada rangking 7, sekarang berada pada rangking 3.

Sementara itu, Gubernur Syamsuar kepada GoNews.co di sela-sela acara buka bersama dengan Masyarakat Riau Jakarta mengatakan, Riau adalah Provinsi yang memiliki industri pariwisata menjajikan.

Ads
Untuk itulah kata dia, dengan prestasi sebagai peringkat ke 3 Destinasi Wisata Halal, pihaknya berharap, semua pelaku industri seperti travel, hotel, dan ekonomi kreatif untuk sama-sama menjaga kepercayaan tersebut.

"Setelah kita melakukan MoU dengan Kementerian Pariwisata dan 12 daerah provinsi/kota di Indonesia soal wisata halal, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara secara otomatis juga meningkat. Efeknya jelas pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Riau," ucap Syamsuar.

Namun demikian kata Syamsuar, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Seperti halnya dengan kuliner khas Riau yang sempat disinggung Menteri Arief Yahya dalam acara buka bersama dengan pegawai Kemenpar, Jumat (17/5/2019) kemarin.

Dimana Menpar Arief Yahya mengaku sangat bangga, karena Riau memiliki beragam khas kuliner yang langka. "Di Riau itu banyak jenis, ragam kuliner yang mendukung suksesnya wisata halal di bumi Melayu itu. Tapi kendalanya, di sana tidak semua restouran ataupun hotel yang menyajikan makanan khas itu," ujar Menpar.

Sebagai contoh kata Arief Yahya, makanan khas seperti bolu berendam, air mata pengantin dan lainya. "Iya ini yang harus disiapkan di sejumlah lokasi kuliner. Wisatawan tau di Riau ada makanan itu, tapi ketika ingin membeli susah," tegasnya.

Terkait hal itu, Syamsuar mengaku masih terus berupaya memberikan arahan kepada pemilik restouran maupun hotel di Riau. "Kendalanya itu kan kuliner khas yang biasa disajikan dalam acara-acara besar, belum dijual bebas," urainya.

Meski demikian kata dia, sejumlah kuliner khas lain seperti lempuk durian, bolu komojo, dan kuliner berbahan sagu sudah tersedia dibeberapa lokasi. "Bahkan di Bandara juga sudah ada," tukasnya.

Lebih jauh Syamsuar mengatakan, pihaknya saat ini juga sedang berupaya menggandeng MUI, Balai POM dan instansi terkait, untuk memudahkan para UMKM dalam menjalankan bisnis kuliner guna menunjang wisata halal di Riau.

"Kita juga sudah melakukan sosialisasi, bahkan yang melibatkan semua pihak termasuk para ulama," tandasnya.

Untuk saat ini kata Syamsuar, Progres wisata halal di Riau sendiri sudah mencapai 30 persen. "Ini kan baru ya di Riau, kita berharap, progresnya bisa meningkat, terlebih Agustus nanti kita upayakan ada 1.000 UMKM yang sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI dan izin dari Balai POM," pungkasnya. ***
www www