SMK KAL-1 Diingatkan Pesan Ki Hajar Dewantara Pada Peringatan Hardiknas

SMK KAL-1 Diingatkan Pesan Ki Hajar Dewantara Pada Peringatan Hardiknas
Kamis, 02 Mei 2019 14:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SURABAYA - Sebanyak 350 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Khusus Angkatan Laut ( SMK KAL-1) Surabaya diingatkan pesan penting Ki Hajar Dewantara dalam acara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman sekolah SMK KAL-1 Sutabaya, Jaea Timur, Kamis, 2 Mei 2019.

Pesan itu disampaikan Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMK KAL-1, Munawar yang menjadi inspektur upacara Hardiknas saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, Mendiknas mengutip dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 13.

Dalam pasal itu disebutkan, “Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Adalah hal yang lumrah, dalam kontestasi demokrasi selalu meninggalkan jejak-jejak residual yang bisa menimbulkan keretakan bahkan perpecahan.

Dalam momentum seperti ini tanggung jawab nasional kita dipertaruhkan. Tanggung jawab untuk selalu menjaga aset vital bangsa yang tak ternilai harganya, yaitu semangat kerukunan, persaudaraan, dan persatuan.

Ads
Sebagaimana telah disampaikan oleh Presiden dalam banyak kesempatan, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia. Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Terkait dengan itulah, tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan.”

Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

Dalam perspektif Kemendikbud pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja. Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur. Sementara ikhtiar membekali ketrampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan. Tentu, semua itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan di tingkat pusat dan daerah. ***

wwwwww