Home >  Berita >  Pendidikan

Saya Jarang Pakai Laptop dan Kamera DSLR Semenjak Ada Smartphone Canggih

Saya Jarang Pakai Laptop dan Kamera DSLR Semenjak Ada Smartphone Canggih
Rabu, 02 Januari 2019 11:18 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
ZAMAN - semakin canggih. Berbagai jenis teknologi kian muncul di muka bumi ini. Salah satunya adalah Smartphone (ponsel cerdas). Banyak kebutuhan kerja yang selama ini saya selesai lewat Ponsel. Saya jarang sekali menggunakan teknologi laptop.

Mengapa demikian? Saya menggunakan Ponsel untuk menyelesaikan tugas kerja serasa sangat efisien ketimbang menggunakan laptop. Maaf, bukan gagap teknologi (gaptek), karena saya punya laptop yang canggih juga. Saya sering menyimpan laptop di rumah daripada membawa saat kerja, kecuali saat-saat menangani urusan surat-menyurat.

Menggunakan Ponsel, rasanya tidak ada yang kurang dari komputer. Butuh Microsoft Office sudah ada aplikasinya, butuh aplikasi desain grafis, foto editor, audio dan video editor juga sudah lengkap, tinggal diinstal dari Play Store (Google LLC). Hanya format yang berbeda. Namun untuk urusan desain, harusnya menggunakan laptop karena perlu mengutamakan kualitas pikselnya.

Saya bisa mengatakan, dalam sebulan hanya membuka laptop sekitar satu atau dua kali. Urusan desainer memang harus diutamakan laptop, tetapi tidak semua jenis desainer dapat dibantu oleh tenaga komputer.

Ads
Saya punya Laptop merk HP 15.6 inc warna putih dan saya beli seharga Rp 7 juta. Menurut saya, laptop seharga demikian sudah standar canggih. Tapi, meski begitu, tetap juga jarang menggunakan laptop.

Tapi jangan salah. Tidak semua orang mampu menyelesaikan tugas-tugas kerja lewat Ponsel. Itu juga merupakan bagian dari kemampuan teknik informatika yang kita miliki masing-masing. Jikapun punya Ponsel yang super canggih, belum tentu dapat menggunakan secara maksimal.

Saya pribadi, maaf bukan angkuh atau ego, 90 persen sistem operasi dan fitur-fitur yang disematkan pada semua jenis Ponsel mampu saya kuasai. Terkecuali Ponsel jenis sistem operasinya versi di bawah tahun 2005. Kalau Sistem Android, IOS, Microsoft dan beberapa lainnya, Insyaallah tidak takabur.

Teman-teman saya juga banyak yang mengakui soal kemampuan saya tentang hal ini. Saya mulai menekuni dunia teknologi sejak SMP, bahkan di SMA, saya sempat diberikan apresiasi oleh guru TIK karena menyelesaikan tugas sekolah dengan cepat dalam versi bahasa Inggris.

Dari keyakinan itu, saya terus memanfaatkan kesempatan untuk menguasai dunia teknologi secara perlahan, bahkan hingga sekarang saya masih dalam tahapan belajar. Namun sayang, setelah lulus SMA waktu itu, saya gagal melanjutkan pendidikan di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) karena faktor ekonomi. Sehingga saya dengan terpaksa harus menamatkan jenjang Diploma di kampus non akreditasi. Sedih ya?

Kembali ke pokok pembahasan. Saya sebenarnya paling tidak suka mengerjakan sesuatu menggunakan metode ribet. Artinya, jika memang masih bisa menggunakan metode mudah, kenapa harus dengan cara yang rumit. Kan begitu!

Nah, di era globalisasi saat ini, kita juga menemukan banyak gadget ponsel yang menangani urusan foto standar menengah ke bawah. Namun kualitas gambar sudah memuaskan, karena sudah dilengkapi fitur-fitur canggih seperti AI, Sensor Sony maupun Samsung.

Hal ini juga membuat masyarakat khususnya penyuka dunia fotografi lebih rela menyelesaikan kebutuhannya dengan Ponsel ketimbang kamera DSLR. Kualitasnya hampir seimbang, meski punya perbedaan. Seperti kebutuhan laptop dengan komputer tadi.

Demikianlah artikel dari saya, semoga bermanfaat. Ini bukanlah artikel tentang trik atau bagaimana mendapatkan informasi dari sesuatu. Tetapi ini hanya sebatas menceritakan pengalaman saya dalam memanfaatkan teknologi easy di jaman now. Terimakasih.[] Terimakasih, salam saya Jamaluddin Idris :)
Kategori : Pendidikan, Aceh
www www