MaTA Desak Kejati Telusuri Manfaat Kegiatan PPKL Dispora Aceh

MaTA Desak Kejati Telusuri Manfaat Kegiatan PPKL Dispora Aceh
Koordinator Badan Pekerja MaTA, Alfian.
Sabtu, 08 Desember 2018 23:44 WIB
LHOKSUKON — Masyarakat Transparasi Aceh (MaTA) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh untuk menelusuri manfaat dari kegiatan pelatihan Pemuda Pelopor Keamanan Lingkungan (PPKL) yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Aceh.

Koordinator Badan Pekerja MaTA, Alfian kepada media ini mengatakan, kegiatan semacam itu harusnya memiliki manfaat bagi masyarakat, terlebih menguras anggaran miliaran rupiah.

"Kalau dikatakan untuk keamanan lingkungan, keamanan lingkungan bagaimana yang dimaksud. Karena, kegiatan ini menguras anggaran Rp1,1 Miliar. Jadi harus jelas manfaatnya untuk apa, apalagi ini kan menggunakan dana Otsus (Otonomi Khusus)," ujar Alfian, Sabtu (08/12).

Sebelumnya diberitakan, kegiatan PPKL yang digelar Dispora Aceh melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Aceh Utara itu mendapat protes dari sejumlah peserta kegiatan. Protes itu muncul saat peserta tidak kebagian makanan dan logistik seperti yang diharapkan, sehingga mereka menganggap kegiatan itu terkesan hanya untuk menghamburkan uang negara saja.

Ads
"Even ini jangan hanya sebatas pilot projek dinas itu sendiri, karena publik Aceh hari ini sudah tau even-even semacam ini ujung-ujungnya ada fee proyeknya. Maka dalam hal ini kita berharap Kejati Aceh untuk menelusuri manfaat dan penggunaan anggaran dari kegiatan itu," ujar Alfian lagi.

Menurut Alfian, jika kegiatan tersebut tidak memiliki manfaat yang tepat, potensi kerugian negaranya juga pasti akan timbul. Alfian berharap Disporapar Aceh Utara tidak buang badan dalam perkara ini.

"Disporapar Aceh Utara jangan buang badan, karena kegiatan ini pasti ada usulannya. Kalau tidak berdasarkan perencanaan pasti akan lebih parah lagi. Tidak mungkin Dispora Aceh semata-mata membuat kegiatan melalui Disporapar Aceh Utara tanpa ada usulan dan pembahasan sebelumnya," tegas Alfian.

Sebelumnya, Kepala Disporapar Aceh Utara Mawardi mengatakan kegiatan PPKL itu digelar selama tiga hari, meliputi satu hari pemberian materi dan dua hari pelatihan di lapangan. Kegiatan yang diikuti oleh 852 pemuda itu digelar pada tanggal 27 hingga 29 Desember.

"Itu kegiatan punya provinsi. Dilaksanakan melalui (Disporapar) kita. Setiap peserta diberikan uang saku masing-masing Rp300 ribu selama tiga hari. Selain itu, juga diberikan akomodasi makanan dan bekalan pakaian training," ujar Mawardi saat menghubungi media ini.
Editor : Jamaluddin Idris
Kategori : GoNews Group, Hukrim, Aceh, Aceh Utara
www www