Rekonstruksi Peluru Nyasar, Polisi dan DPR Pastikan Bukan Aksi Teror

Rekonstruksi Peluru Nyasar, Polisi dan DPR Pastikan Bukan Aksi Teror
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. (istimewa)
Sabtu, 20 Oktober 2018 01:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Polemik penembakan gedung DPR-RI pada, Senin (15/10) kemarin mulai mendapat titik terang setelah dilakukan pra rekontruksi oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya dan pimpinan DPR-RI di Lapangan Tembak Senayan menjadi titik datangnya peluru nyasar tersebut.

Diketehui, Lapangan Tembak Senaya menjadi markas latihan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), dan dua orang anggota Perbakin telah ditetapkan sebagai tersangka dalam peluru nyasar ke gedung DPR-RI.

Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo menuturkan, usai dilakukan pra rekontruksi terkait penembakan atau peluru nyasar ke gedung DPR oleh aparat kepolisian, diketahui tidak ada unsur kesengajaan  meski di area lapangan tembak ada pembatas seng baja. “Tadi sudah dilaksanakan pra rekonstruksi dan tadi sangat jelas unsur ketidak sengajaan sangat menonjol, kemudian arah larasnya mengarah ke gedung Parlemen walaupun ada pembatas seng baja, itu sangat lemah," kata Ketua DPR di lokasi pra rekontruksi, Jumat (19/10).

Dikatakan politisi Partai Golkar itu, pelaku penembakan sepertinya terkejut saat melepaskan tembakan, hingga senjata yang dipegang langsung tersentak ke atas. Selain itu, jenis senjata yang dipakai oleh pelaku penembakan itu adalah kaliber 9 mm yang memiliki daya tempuh hingga 1000 meter.

Ads
"Saya menduga karena dia terkejut, senjatanya tiba di switch otomatis, maka senjatanya hentak keatas. Makanya kalau kita lihat titik bolongnya ke atas, bukan ke bawah. Biasa orang nembak itu mejengkring ke atas. Kemudian kenapa bisa lewat pembatas hijau itu? karena kekuatan daya jelajah dan daya dongkrak peluru 9 mm itu kuat, lebih dari seribu meter. Kan jarak dari lapangan tembak ini ke DPR itu hanya 300 meter," jelasnya.

"Maka jelas tidak ada lagi spekulasi, ini menjawab spekulasi adanya terorisme atau kesengajaan. Ini sudah dijawab dengan tegas bahwa tidak ada unsur kesengajaan atau ancaman terorisme yang dilakukan ke gedung DPR. Saya pastikan dari pra rekonstruksi ini bahwa tidak ada unsur kesengajaan," tambahnya.

Mantan Ketua Komisi III DPR-RI itu melanjutkan, usai dilakukan pra rekontruksi pihak DPR akan memutuskan beberapa langkah konkrit terkait masalah ini, yakni pemindahan lapangan tembak atau menambah dan menambalkan penghalang dari baja.

"Langkah ke depan, ada beberapa alternatif atau solusi dari masalah ini, pertama memindahkan, relokasi lapangan tembaka ini, terutama untuk tembbak reaksi. Kedua menambah dan menambalkan penghalang dari baja yang menjadi beban badan pengelola Gelora Bung Karno," jelasnya.

Lebih lanjut politisi yang akrab disapa Bamsoet itu, berdasarkan uji balistik puslabfor telah diketahui jenis peluru yang digunakan oleh pelaku penembakan, dan keempat peluru yang sudah didapatkan di empat ruangan berbeda itu sama persis. Meski begitu, dirinya tidak mau menyalahkan pendapat dari pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kejadian ini dan membesar-besarkan di media massa.

"Kita tidak berani menduga, tapi berdasarkan uji balistik puslabfor jenis peluru dan arusnya itu sama. 4 peluru ditemukan dan satu tidak ditemukan. Saya meyakini tidakn ada unsur kesengajaan, tapi saya juga tidak menyalahkan orang-rang yang membuat situasi ini menjadi panas, dan seolah-olah ini menjadi genting, ga ada. Jadi kami juga bisa mengingatkan kepada pihak-pihak yang menggoreng isu ini untuk membuat suasana menjadi gaduh, dan akhirnya membuktikan bahwa ini adalah unsur tidak sengaja," tutupnya.***
www www