Home >  Berita >  Olahraga

KONI Bireuen Masih Terpakur, Atlet Pora Masih Terpasung

KONI Bireuen Masih Terpakur, Atlet Pora Masih Terpasung
Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf melantik pengurus KONI Bireuen periode 2018-2022, di Aula Setdakab Lama, Selasa (3/7/2018) lalu. [Dok-Ist]
Rabu, 29 Agustus 2018 17:03 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Perhelatan olahraga akbar tingkat Aceh, Pekan Olahraga Aceh (Pora) ke-13 Tahun 2018 yang berlangsung, di Kabupaten Aceh Besar hanya menyisakan beberapa bulan lagi, yakni November depan.

Sejatinya para atlet yang lolos ke ajang Pora itu sudah mulai mempersiapkan diri lebih dini, guna mencapai target yang dapat mendongkrak kebanggaan daerah dalam peroleh medali setiap cabang olahraga.

Sementara itu, di Kabupaten Bireuen sendiri hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda adanya gebrakan pemusatan latihan bagi atlet yang dinyatakan telah lolos ke Pora Aceh Besar.

"Kalau pun ada, itu hanya inisiatif dari Pengurus cabang (Pengcab), tapi untuk yang lainnya kita kurang tahu," kata seorang pengurus cabang di Bireuen, Fauzan kepada GoAceh.co, Rabu (29/8/2018)

Ads
Untuk ajang pesta olahraga akbar setingkat Aceh, tentunya butuh dukungan semua pihak, pemerintah daerah dan KONI setempat.

Berhasil tidaknya pembinaan olahraga di daerah merupakan tolok ukur dari peran pengurus KONI Bireuen periode 2018-2022, dalam mengembangkan olahraga di kabupten kedepan.

Tentu ini babak baru dari kepengurusan yang nakhodai Muklis, pengusaha ternama di Bireuen dalam mengembangkan olahraga di Kabupaten Bireuen, pasca dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf, Selasa (3/7/2018) lalu. 

Namun sayanngnya, orang yang menapak di teras utama kepengurusan KONI Bireuen kali ini, sebagian bukan orang-orang yang memiliki jiwa olahraga, tapi lebih ke arah mencari nama, meski mereka tidak mampu sama sekali. Alhasil hanya mampu menunggu arahan.

Tapi apa lacur, atlet Bireuen kali ini tak bergeming, hanya mampu menguap diantara lebel nama besar, sang nakhoda dan para pengurus KONI.

Lalu. Apa yang kita harapkan dalam pembinaan cabang olahraga, kecuali pasrah dengan keadaan yang tidak memiliki arah dan tujuan, kendati banyak yang berharap, dengan adanya kepengurusan baru di KONI,  dunia olahraga Bireuen menggema.

Bila ajang Pora akhir 2018 ini, Kabupaten Bireuen tak mampu mengubah peringkatnya dari ajang yang sama di Pora Aceh Timur 2014 lalu, artinya KONI Bireuen masih tetap terpakur, diantara gemuruh suara namun membisu.

"Seharusnya pengurus KONI memiliki komitmen memajukan olahraga, bukan hanya duduk sebagai pelangkap penderitaan atlet setiap tahunnya," sebut Jhoni pelatih tinju Bireuen. ***
Kategori : Olahraga, Aceh, Bireuen
www www