Home >  Berita >  Umum

Setahun Memimpin Bireuen, Saifannur-Muzakkar Belum Terlihat Adanya Gebrakan

Setahun Memimpin Bireuen, Saifannur-Muzakkar Belum Terlihat Adanya Gebrakan
Pasangan Saifannur-Muzakkar A.Gani
Senin, 13 Agustus 2018 17:46 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Tanggal 10 Agustus 2018 kemarin, Bupati dan Wakil Bupati Saifannur-Muzakkar  (Fakar) genap berusia satu tahun dalam perjalanan memimpin pemerintahan di Kabupaten Bireuen.

Di awal kiprahnya sebagai orang nomor satu di Bireuen, banyak warga bermimpi indah dan terbius, bila dibawah pimpinan bupati dan wakil bupati Saifannur-Mauzzakar A.Gani membawa perubahan nyata untuk masyarakat Bireuen.

Bahkan, ada juga yang sesumbar, kalau arah kebijakan pembangunannya lebih hebat dari beberapa bupati Bireuen sebelummya. Tentu impian ini menjadi harapan semua pihak, tak kecuali bagi masyarakat di 17 kecamatan.

Terlepas dari anggapan itu, pasca dilantik pasangan ini banyak yang memujinya. Saifannur dianggap berlatarbelakang pengusaha hebat, memiliki gebrakan, mengubah perekonomian. Nyatanya era Saifannur-Muzakkar masih ada sorotan miring dari berbagai elemen masyarakat, tak kecuali terhadap roda pemerintahan, termasuk sektor pembangunan lainnya.

Ads
“Selama ini memang sangat terasa, perekonomian masyarakat sangat menurun dratis dibandingkan tahun-tahun sebelumnnya, imbasnya kami selaku pedagang sangat terasa,” ujar seorang pedagang di pusat Kota Juang, Bireuen, Miswar kepada GoAceh.co, Senin (13/8/2018).

Bahkan, pemerintahan Bupati Saifannur selama satu tahun terakhir ini masih dianggap hanya melakukan kegiatan seremonial, dan tidak terlepas dari upaya tebar pesona.

Sementara sejumlah janji politiknya saat awal kempanyenya itu belum terealisasi dengan sempurna. Program-program unggulan yang diagung-agungkan pemerintahan Saifnnur-Muzakkar tak kunjung dinikmati oleh masyarakat.

Bisa jadi Saifannur menunggu akhir jabatan untuk menebar kembali janji kedua kalinya saat akan mencalonkan diri sebagai bupati Bireuen tahun 2023 mendatang, sebab kursi untuk nomor satu di kabupaten masih dianggap sangat empuk.

Menurut catatan GoAceh, sejumlah janji politik Saifannur seperti membuka industri untuk menampung tenaga kerja, membangun rumah kaum duafa, membangun irigasi, jalan, jembatan, pendidikan serta program ekonomi pro-rakyat belum juga tersentuh.

Tak hanya itu, belakangan pasangan julukan Fakar ini juga sempat mengiming-imingkan rencana pembangunan IPDN, rumah sakit Regional serta sejumlah program lainnya. Alhasil satupun belum terealisasi.

Menanggapi hal ini, seorang tokoh pemuda Bireuen, Abdul Manan Isda yang juga mantan aktivis  kepada GoAceh.co  mengaku, seharusnya pemerintahan Bireuen dibawah kepimpinan Saifannur-Muzakkar (Fakar) ini lebih bergairah sesuai dengan tekat serta niatnya, berbuat dan ingin mewakafkan dirinya untuk masyarakat Bireuen.

“Bila saya lihat, keluhan rakyat masih lambat ditangapi dan belum terarah. Semestinya  janjinya dimasa kampanye dapat terealisasi meski tidak menyuluruh. Tapi ini benar-benar lamban, sebutnya.

Menurut Abdul Manan, sudah satu tahun kepemimpinannya, dan hanya terpikirkan nasib timses, koleganya. Sementara untuk hal lain masih belum tertanggulangi secara maksimal.

“Kita sangat berharap, kedepan pasangan Saifannur-Muzzakar A.Gani perlu lebih fokus terhadap  program yang pro rakyat, bukan lebih ke pribadi dan keluarganya, sebab Ia Bupati Bireuen, Bupati rakyat Bireuen yang butuh gebrakan, bukan sekedar berpantun belaka,” sebutnya. ***
Kategori : Umum, Pemerintahan, Aceh, Bireuen
www www