PN Sabang Kembali Sidang Kasus Matveev Aleksandr, Pencurian Ikan Asal Rusia

PN Sabang Kembali Sidang Kasus Matveev Aleksandr, Pencurian Ikan Asal Rusia
Kamis, 02 Agustus 2018 15:53 WIB
SABANG - Pengadilan Negeri (PN) Sabang, Kamis (2/8/2018), kembali menggelar sidang kasus Matveev Aleksandr, pencuri ikan asal Rusia yang menahkodai Kapal STS-50.

Pada sidang tadi, Matveev Aleksandr dituntut membayar denda sebesar Rp200 juta subsidair 4 bulan kurungan karena terbukti melanggar Pasal 97 ayat (1) UU No 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

Putusan dibacakan oleh Ketua Majelis Zulfikar, SH, MH, Hakim anggota Junita, SH dan Nurul Hikmah, SH, MH dan dihadiri Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang, Muhammad Rizza, SH dan Mawardi, SH.

Terlihat seperti sidang sebelumnya, Matveev Aleksandr menghadiri sidang tersebut tanpa didampingi oleh penasehat hukum dan hanya ditemani sang juru bahasa Rusia.

Ads
Kepala Kejari Sabang, Suhendra, SH melaluiKasi Pidum Muhammad Rizza, SH mengatakan, pada pembacaan putusan itu menyatakan bahwa barang bukti berupa Kapal FV STS-50, Peralatan kapal FV STS-50 terdiri dari GPS, kemudi, alat komunikasi, alat navigasi. Kemudian 150 alat tangkap bubu, alat tangkap jaring Gill Net siap pakai 600 buah, alat tangkap jaring gill net yang belum dirangkai 118.

"Dirampas untuk negara 1 lembar fotocopy Port Clearence, 1 lembar fotocopy Crewlist. Dan terlampir dalam berkas perkara, 4 buku pelaut, 1 lembar asli Provisional Minimum Certificate," kata Muhammad Rizza kepada wartawan.

Dikembalikan kepada terdakwa. Biaya perkara Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah) atas putusan tersebut terdakwa dan penuntut umum akan pikir-pikir selama 7 hari.

Seperti diketahui, Kapal FV STS-50 berbendera Togo (Afrika) yang dinahkodai oleh terdakwa Matveev Aleksandr ditangkap oleh TNI Angkatan Laut (KAL Simeulue) di perairan Sabang pada Jumat (6/4/2018) lalu.

Sebelum ditangkap TNI AL, telah ada Purple Notice yang dikeluarkan oleh Interpol terkait dengan kegiatan illegal di laut Antartika yang dilakukan oleh kapal STS-50. Pada saat melintasi wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI), TNI AL menangkap kapal itu dengan kondisi alat penangkap ikan yang berada di kapal tidak disimpan didalam palka kapal dan siap untuk melakukan penangkapan ikan. (Jamaluddin Idris)
Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:Hukrim, Sabang
wwwwww