Curi Ikan di Perairan Aceh, Warga Rusia Dituntut Rp 300 Juta

Curi Ikan di Perairan Aceh, Warga Rusia Dituntut Rp 300 Juta
Saat sidang berlangsung.
Selasa, 31 Juli 2018 17:16 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
SABANG - - Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Sabang menuntut seorang warga negara Rusia, Matveev Aleksandr dengan pidana denda Rp300 juta dengan subsidair 6 bulan kurungan, karena terbukti melanggar pasal Pasal 97 ayat (1) UU No. 31 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

Sidang dalam agenda mendengar tuntutan pidana dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut digelar pada pukul 11.30 WIB, Selasa (31/7/2018) di Pengadilan Negeri Sabang.

Sidang itu dipimpin oleh Ketua Majelis Zulfikar, SH. MH dengan anggota masing-masing Junita, SH dan Nurul Hikmah, SH. MH. Sementara penuntut umum pada Kejari Sabang yang hadir yaitu Muhammad Rizza, SH.

Kepala Kejari Sabang, Suhendra SH melalui Kasi Pidum Muhammad Rizza SH mengatakan, dalam kesempatan itu, terdakwa Matveev Aleksandr selaku nahkoda kapal FV STS-50 hadir di persidangan tanpa didampingi penasihat hukum. Terdakwa hanya didampingi seorang juru bahasa Rusia.

Ads
"Pada agenda sidang ini, penuntut umum menyatakan barang bukti berupa Kapal FV STS-50, Peralatan kapal FV STS-50 terdiri dari GPS, kemudi, alat komunikasi dan alat navigasi. Kemudian 150 alat tangkap bubu, alat tangkap jaring Gill Net siap pakai 600 buah, alat tangkap jaring gill net yang belum dirangkai 118," kata Muhammad Rizza.

Muhammad Rizza menambahkan, dirampas untuk negara 1 lembar fotocopy Port Clearence, 1 lembar fotocopy Crewlist. Terlampir dalam berkas perkara 4 buku pelaut, 1 lembar asli Provisional Minimum Certificate.

"Atas tuntutan tersebut terdakwa mengajukan pembelaan secara lisan yang pada intinya mengaku bersalah dan memohon keringan hukuman," ucapnya.

Sidang selanjutnya, sambung Rizza, akan dilaksanakan pada Kamis (2/8/2018) di Pengadilan Negeri Sabang dengan agenda Putusan dari Majelis Hakim.

Seperti diketahui, kata Rizza lagi, Kapal FV STS-50 berbendera Togo (Afrika) yang dinahkodai oleh terdakwa Matveev Aleksandr ditangkap oleh TNI Angkatan Laut (KAL Simeulue) di perairan Sabang pada Jumat (6/4/2018) lalu.

"Sebelum ditangkap TNI AL, telah ada Purple Notice yang dikeluarkan oleh Interpol terkait dengan kegiatan illegal di laut Antartika yang dilakukan oleh kapal STS-50. Pada saat melintasi wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI), TNI AL menangkap kapal itu dengan kondisi alat penangkap ikan yang berada di kapal tidak disimpan didalam palka kapal dan siap untuk melakukan penangkapan ikan," ujarnya.
Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:Hukrim, Sabang
wwwwww