H-1 dan Hari Lebaran, Kapolri Pastikan Arus Mudik Aman, Lancar dan Terkendali

H-1 dan Hari Lebaran, Kapolri Pastikan Arus Mudik Aman, Lancar dan Terkendali
Kapolri usai melihat kondisi arus mudik. (Karundeng/GoNews.co)
Jum'at, 15 Juni 2018 14:39 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Kapolri Jendral Tito Karnavian memantau arus Mudik Lebaran 2018 di beberapa titik, Kamis (14/6/2018) kemarin. Arus yang dipantau antara lain di Tol Jagorawi.

"Jadi hari ini saya mengecek jalur di beberapa tempat di Jawa barat. Tadi saya mengecek Jagorawi sampai ke puncak. Melalui udara yang saya pantau arusnya sangat lancar sekali. Mungkin masyarakat akan berlibur ke puncak mereka sampai masing-masing," katanya di Mapolda Metro Jaya.

"Kemudian setelah itu saya melihat tol,  cipularang. tol cipularang juga lancar. sangat lancar sekali. Tidak banyak kendaraan," sambungnya.

Tito juga mengaku memantau jalur cikampek. Mulai dari Jakarta sampai ke Cikopo dan Cipali. Menurutnya semua jalur ini lancar. Meskipun di Cikampek tadinya sempat ada kemacetan panjang. Karena adanya pembangunan proyek. Terjadi penyempitan.

Ads
"Sekarang itu semua lancar. Kemudian yang di Tol pintu Tol Cikarang Utama yang tadi malam relatif panjang termasuk yang di Cipali ini karena masalah rest area, semua lancar. Jadi saya pastikan untuk jalur yang dari barat Jakarta, Sumatra menuju wilayah timur, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Saya pastikan puncak arus sudah lewat," tegasnya.

Tito menjelaskan, mudik 2018 ini ada dua puncak arus. Pertama puncak pada tanggal 8,9, dan 10 Juni. ini terutama liburan dari pemerintah. Jumlahnya 62% terlewat.

"Tapi ada kebijakan pemerintah untuk perusahaan swasta  itu fakultatif artinya tergantung dengan pembicaraan dengan karyawannya karena mereka ingin produksinya tidak berkurang. Mesinnya juga jalan. Sehingga diliburkannya mulai tanggal bekerja sampai 12.  liburnya 13,14 saja sebelum lebaran," katanya.

Pada tanggal 12 Juni siang hingga sore ini terutama pekerja perusahaan swasta mereka kembali mudik. Pihaknya melihat lonjakan arus 12 malam sampai dengan 13. terutama 13 siang.

"Kenapa? karena 30 persen lebih pemudik itu bertumpuk pada satu hari yang sama. 12 sore sampai tanggal 13 saya ulangi bertumpuk bersama. Sehingga problem terjadi dititik yang sama yaitu kemacetan di Cikampek km 10-47 ada pembangunan proyek LRT. meskipun pembangunan sudah dihentikan tapi masih ada.  Teknik kita dengan cara kontraflow. Sambil manual untuk mengalirkan," pungkasnya.***
Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Umum, Peristiwa, Pemerintahan
www www