Home >  Berita >  Hukrim

Tersangka Penculik Siswi Bireuen Tak Mengakui Perbuatannya

Tersangka Penculik Siswi Bireuen Tak Mengakui Perbuatannya
Minggu, 13 Mei 2018 22:14 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Tersangka YA (40),  warga Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, hingga sejauh ini belum mau mengakui perbuatannya terkait menculik N (14), siswi asal Bireuen. Namun hingga saat ini tim penyidik Polres Bireuen telah menyita sejumlah bukti, termasuk Handphone milik tersangka.Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian kepada GoAceh, Minggu (13/5/2018) mengaku, tim penyidik Polres Bireuen terus memeriksa tersangka di Mapolres Bireuen.

''Tetapi hingga hari ini, tersangka YA belum mengakui perbuatannya terkait akan menjual korbannya, siswi asal Bireuen itu ketika sampai di Kalimantan. Namun dari barang bukti, berupa isi SMS dari Handphone tersangka, dugaan sementara mengarah kepada tersangka,'' katanya.

Dari bukti-bukti tersebut, tambah Riski Adrian mulai obat tidur didalam tas tersangka, ditambah keterangan korban, dikuatkan dengan pengecekan SMS dan WhatsApp di handphone miliknya itu mengarah kepada dugaan rencana penjualan anak.

Ads
''Kita sudah melakukan pengecekan ulang handphone tersangka, dan kita ditemukan banyak SMS dan WA yang mengarah kepada dugaan kasus penjualan anak,'' ungkap Riski Adrian.

Mekipun tersangka YA ini belum mengakui perbuatannya, tim penyidik Polres Bireuen sudah mendapatkan keterangan dari korban, mulai penculikan dirinya. Atas dasar ini tersangka ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan.

''Tim juga telah memintai keterangan beberapa saksi lain, termasuk korban dan orang tua korban atas dugaan penjualan anak,'' sebutnya.

Di singgung tersangka memiliki jaringan luas serta adanya tersangka lain, Kasat Reskrim mengaku, saat ini kita sedang melakukan pengembangan kasus melalui berbagai informasi, dan memeriksa tersangka secara berkelanjutan.

''Kalau kita amati, kemungkinan tersangka YA ini tidak bermain sendiri, apa lagi di Aceh, namun hal ini masih butuh waktu untuk kita selidiki lebih lanjut, sehingga dapat terungkap, siapa ikut bermain dalam kasus ini,'' sebutnya. ***

Kategori : Hukrim, Aceh, Bireuen
www www