Home >  Berita >  Umum

Rp5,6 Triliun Disiapkan Konsorsium untuk Bangun PLTA Peusangan Empat Berkapasitas 120 Mega Watt

Rp5,6 Triliun Disiapkan Konsorsium untuk Bangun PLTA Peusangan Empat Berkapasitas 120 Mega Watt
Ilustrasi
Kamis, 12 April 2018 08:38 WIB
TAKENGON - Konsorsium PLTA Peusangan Empat, Aceh Tengah yang terdiri dari PT Ingaco Energy, PT Hyundai, PT Wika, dan KOEN menyiapkan investasi Rp5,6 triliun untuk merealisasikan pembangkit dengan kapasitas 120 mega watt itu. Saat ini konsorsium hanya nunggu kesepakatan dengan PLN.

Pembangunan yang akan selesai 2023 itu nantinya akan mampu menyerap tenaga kerja yang sangat besar. ''Ini adalah hadiah seratus hari kepemimpinan Shabela-Firdaus, kita mendapatkan investor yang memberikan dana Rp5,6 triliun untuk membangun PLTA Peusangan Empat,'' tutur Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, kepada wartawan di Takengon, Kamis.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengadakan pertemuan khusus membahas hal itu dengan pihak investor dari PT Ingaco Energy, PT Hyundai, PT Wika, dan KOEN yang tergabung dalam satu konsorsium atau pembiayaan bersama.

Shabela berharap dengan adanya dana investasi tersebut pembangunan PLTA Peusangan Empat dapat segera terlaksana dan mampu menyerap tenaga kerja lokal sebagai dampak positif dari kesepakatan kerjasama tersebut.

Ads
Sementara pihak perwakilan konsorsium, Ilham Iskandarsyah juga mengatakan pembangunan PLTA Peusangan Empat diharapkan sudah dapat terlaksana di awal tahun 2019 setelah adanya kesepakatan kontrak lebih lanjut antara PT PLN dengan pihak konsorsium.

"Kita berharap pada bulan Agustus ini sudah ada kontrak kesepakatan itu," kata Ilham.

Mega proyek PLTA Peusangan telah dimulai pembangunannya sejak tahun 2012 dan saat ini telah memasuki tahap Detail Engineering Design (DED).

Pembangkit listrik ini ditargetkan dapat mulai beroperasi di tahun 2023 dengan kemampuan menghasilkan energi listrik mencapai 120 mega watt.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam hal ini menjalin kesepakatan kerjasama dengan pihak konsorsium dalam hal pengelolaannya yakni dengan sistem Perjanjian Bangun Guna Serah, yaitu akan dikelola selama 18 tahun oleh konsorsium selaku pemodal terhitung sejak PLTA tersebut mulai beroperasi, kemudian akan dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk pengelolaan selanjutnya. ***
Editor : Hermanto Ansam
Sumber : antaranews.com
Kategori : Umum, Ekonomi, Pemerintahan, Aceh, Aceh Tengah
www www