Home > Berita > Umum

Wakil Bupati Aceh Besar Resmi Lantik PP-HIMAB Periode 2018-2020

Wakil Bupati Aceh Besar Resmi Lantik PP-HIMAB Periode 2018-2020
Minggu, 25 Maret 2018 10:02 WIB
ACEH BESAR- Wakil Bupati Aceh Besar resmi melantik Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (PP-HIMAB) Periode 2018-2020 di Gedung Seni / Rektorat ISBI Aceh Kota Janto pada Sabtu (24/3/2018).

Abizar, Ketua Panitia Penyelenggara Pelantikan mengatakan Pemerintah Aceh Besar dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H. Waled Husaini A. Wahab melantik Ulul Azmi sebagai Ketua Umum, Akhyar M. Daud sebagai Sekretaris Umum, Ahlul Fikar sebagai Bendahara Umum dan para anggota kepengurusan lainnya untuk kepengurusan PP-HIMAB Periode 2018-2020.

Abizar mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda, SKPD se-Aceh Besar, OKP / Ormas se-Aceh dan Aceh Besar, tokoh Aceh Besar, senior dan alumni HIMAB, mahasiswa se-Aceh Besar, masyarakat, para awak media dan para tamu undangan yang telah berhadir dalam kesuksesan pelantikan tersebut.

Khairul Imam mantan Ketua PP-HIMAB Aceh Besar periode 2015-2017 mengucapkan, selamat kepada Ulul Azmi dan pengurus PP-HIMAB untuk periode 2018-2020. Imam berharap kepada Ulul Azmi dan anggotanya untuk memperkuat silaturrahmi dalam memajukan Aceh Besar.

Ads
Imam juga menambahkan, ''Jangan menjustifikasi kami dari belakang, kesalahan kami jangan korbankan lembaga tercinta, PP-HIMAB ini yang sudah memiliki history yang sangat panjang''.

Pada kesempatan itu, Imam mengucapkan terima kasih kepada pengurus PP-HIMAB Periode 2015-2017 lalu dan memohon maaf kepada pemerintah, tokoh, senior, alumni dan masyarakat atas berbagai kekurangan, kehilafan dan kesalahan semasa kepengurusannya.

Ulul Azmi, Ketua Umum PP-HIMAB periode 2018-2020 yang baru saja dilantik mengatakan siap mendukung pemerintah dalam memajukan Aceh Besar. ''Kami siap mendukung Pemerintah Aceh Besar dalam memajukan Aceh Besar kedepan''.

Menanggapi amanah mantan ketua HIMAB tentang perkuat silaturahmi dalam memajukan Aceh Besar, “Alhamdulillah kami sebelum dilantik telah berupaya membangun silaturrahmi terhadap Pemerintah Aceh Besar, baik itu eksekutif maupun legeslatif, sejumlah tokoh-tokoh Aceh Besar, Senior serta Alumni dan Masyarakat, silaturrahmi tersebut akan terus kami perkuat kedepannya, kami siap menerima masukan-masukan dan ide-ide dalam memajukan Aceh Besar kedepan secara bersama''.

Pada kesempatan tersebut, Ulul juga berharap kepada Pemerintah Aceh Besar untuk memberikan perhatian khusus kepada nasib kesejahteraan mahasiswa Aceh Besar, seperti beasiswa serta kesejahteraan mahasiswa lainnya.

Ulul mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara pelantikanya tersebut. “Kami sampaikan terimakasih kepada panitia penyelenggara pelantikan, Forkopimda, SKPD se-Aceh Besar, OKP / Ormas se-Aceh dan Aceh Besar, Tokoh Aceh Besar, Senior dan Alumni HIMAB, Mahasiswa se-Aceh Besar, Masyarakat, para awak media dan para tamu undangan yang telah berhadir dalam mendukung suksesnya pelantikan kepengurusannya tersebut.

Sementara itu Tokoh Aceh Besar yang juga mantan Ketua Umum PP-HIMAB yang sekarang menjabat sebagai Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin menyampaikan beliau juga merupakan salah satu dari inisiator pendiri PP-HIMAB.

“Saya tidak mengambil ketua periode pertama karena ada yang lebih mampu dari pada saya, dan itu pun saya diangkat sebagai ketua pada periode kedua tidak meminta dan saya terpilih secara aklamasi pada saat itu.” lanjut ia yang lebih dikenal dengan nama keuchik Zainal.

Keuchik Zainal berharap agar PP-HIMAB jangan dibawa ke ranah politik, dirinya ketika itu tidak mau ke sekretariat PP-HIMAB karena takut terjadinya fitnah jika dirinya telah membawa HIMAB ke partai politik.

“Malah tahun 1992 saya di tawarkan menjadi calon anggota DPRK Banda Aceh, tapi saya lebih memilih menjadi pengurus Pelajar Islam Indonesia (PII), maka jaga netralitas HIMAB,” pintanya kepada seluruh pengurus PP-HIMAB.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar Tgk. H. Waled Husaini A. Wahab dalam sambutannya mengatakan pengurus HIMAB harus diridhai oleh Allah SWT, Pemuda ini tiang masyarakat. Oleh karena itu ia mengarahkan PP-HIMAB agar jangan berpolitik, karena akan membuat jauh dari masyarakat.

“Pemuda ini bisa meruntuhkan gunung, HIMAB menjadi benteng dalam memberantas maksiat seperti, ada hotel-hotel yang melanggar Syariat Islam di Aceh, HIMAB harus menjadi yang terdepan dalam memberantasnya”. Pungkasnya Waled

Waled Husaini juga berharap terhadap mahasiswa untuk memberikan dukungan penuh terhadap roda pemerintahan Aceh Besar. (rls)
Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Umum, GoNews Group, Aceh, Aceh Besar
wwwwww