Home >  Berita >  Umum

Warga Malaysia Ini Bangga Berjalannya Syariat Islam di Aceh

Warga Malaysia Ini Bangga Berjalannya Syariat Islam di Aceh
Wali Kota Aminullah berbincang bersama beberapa warga Malaysia, kemarin
Rabu, 28 Februari 2018 12:16 WIB
BANDA ACEH - Prosesi cambuk terhadap lima pelanggar syariat Islam di halaman Masjid Babussalam, Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Selasa (27/2/2018) turut disaksikan sejumlah wisatawan dari Malaysia. 
 
Sebanyak 27 wisatawan dari Negeri Terengganu Darul Iman, Malaysia yang sedang melakukan perjalanan di Banda Aceh ikut menyaksikan proses cambuk terhadap pelanggar syariat Islam itu. 
 
Salah satu tamu dari Negeri Jiran itu, Ramli Nuh memberikan apresiasi kepada Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan jajarannya yang memiliki komitmen kuat menjalankan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayah di Banda Aceh. 
 
"Kami apresiasi Pak Wali Kota dan jajarannya karena dalam penegakan syariat Islam. Ini perlu dicontoh oleh negeri-negeri Islam lain di dunia," ujarnya. 
 
Menurutnya, proses cambuk bagi pelanggar syariat Islam bisa menjadi pembelajaran bagi orang lain. Agar menjadi sarana sosialisasi yang baik agar ke depannya tidak bisa lagi lagi. 
 
Katanya, di Terengganu, qanun penegakan syariat Islam sudah ada sejak 2003. Tapi, dia mengaku kecewa karena pelaksanaannya belum berjalan dengan baik. "Di Terengganu juga sudah ada qanun seperti ini dari tahun 2003, tapi pelaksanaannya belum berjalan dengan baik," ungkapnya. 
 
Ditanya apa kendalanya jadi tidak berjalan, Ramli Nuh mengatakan kegagalan itu tidak terlepas dari jumlah kepentingan politik di negeri asalnya. "Saya senang melihat Aceh sangat berani menerapkan hukum jinayah ini," ujarnya. 
 
Dirinya juga ikut terbangun dari Aceh melalui pemberitaan di media, termasuk soal ketegasan Pemko Banda Aceh dalam memberantas LGBT. "Kami juga soal soal pemberantasan LGBT oleh Pemerintah Kota Banda Aceh, kami salut," tambahnya. 
 
Usai Uqubat cambuk terhadap lima orang pelanggar syariat Islam itu, Wali Kota sempat berbincang-bincang dengan wisatawan dari Terengganu. Ramli Nuh dan Mohd Syukri berkesempatan terhubung langsung ke Aminullah terkait penegakan syariat Islam di Banda Aceh. 
 
Aminullah menjelaskan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya memiliki komitmen yang kuat terhadap penegakan syari'at islam. 
 
Aminullah juga menceritakan dirinya telah membentuk sebuah layanan call center untuk menerima laporan dari masyarakat saat menemukan latar syariat Islam di lingkungannya. 
 
"Penerapan syariat Islam tidak akan berjalan maksimal tanpa partisipasi masyarakat. Karenanya kita mengajak warga aktif, cara bisa melapor dengan layanan call center," jelas Aminullah.  
 
Terkait warga nonmuslim yang sedang menjalani hukuman cambuk, Aminullah menjelaskan, pemilihan cambuk merupakan permintaan dari warga nonmuslim pelanggar Qanun Jinayah tersebut.
 
"Bagi warga nonmuslim diberi pilihan, apa yang sedang dilakukan sesuai KUHP atau hukum jinayah. Nah, mereka dengan kesadaran sendiri memilih dicambuk karena bisa langsung bebas tanpa kurungan lagi. Mereka bisa kembali ke keluarga dan bekerja seperti biasa menafkahi keluarga," jelas Aminullah. 
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Umum, Banda Aceh
www www