Home >  Berita >  Bireuen

Penjelasan Kepala BNN Soal Program GDAD

Penjelasan Kepala BNN Soal Program GDAD
Buwas didampingi Bupati Saifannur di acara penanaman jagung di Gampong Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada, Rabu (28/2/2018). [Joniful Bahri]
Rabu, 28 Februari 2018 22:40 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN – Kepala BNN Budi Waseo alias Buwas mengunjungi Kabupaten Bireuen setelah mengunjungi beberapa kabupaten lain di Aceh beberapa hari terakhir. Buwas tiba di Bireuen pada Selasa (27/2/2018) malam.

Setelah membuka program Grand Desain Alternatif Development (GDAD) di Kabupaten Gayo Lues, Buwas juga membuka program itu di Bireuen. Lantas apa itu GDAD dann apa manfaatnya?

Di Gayo Lues, Buwas membuka program GDAD dengan menanam kopi. Sedangkan di Bireuen dengan penanaman jagung.

“Penanaman jagung ini merupakan program mencegah tanaman ganja di Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen,” kata Buwas di acara penanaman jagung di atas lahan seluas 25 hektar di Gampong Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada, Rabu (28/2/2018).

Ads
Buwas menyebut, program GDAD merupakan salah satu langkah pemerintah (BNN) dalam memberantas narkoba di Indonesia. Buwas berharap program tersebut juga untuk meningkatkan pangan nasional.

"Pada intinya upaya pencegahan terus dilakukan dan kita mengharapkan presiden mengeluarkan Inpres program tersebut, dan nantinya akan hadir di seluruh Indonesia,” ujar Buwas.

Menurut Buwas, selama ini, generasi muda Indonesia telah rusak dan hancur oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Maka kita berharap dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas masyarakat dan memangkas pengaruh narkoba,” tutur Buwas.

Editor : Jamaluddin Idris
Kategori : Bireuen, Umum
www www