Home >  Berita >  Aceh

Ini Asal-usul Tari Guel Menurut Bupati Aceh Tengah

Ini Asal-usul Tari Guel Menurut Bupati Aceh Tengah
Tari Guel yang diikuti oleh ratusan pemuda Aceh Tengah di acara HUT ke-441 Kota Takengon, Sabtu (24/2/2018). [Syamsul Bahri Robby]
Sabtu, 24 Februari 2018 13:15 WIB
Penulis: Syamsul Bahri Robby

TAKENGON – Serangkaian kegiatan memeriahkan HUT ke-441 Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, termasuk yang digelar hari ini, Sabtu (24/2/2018), yaitu tari guel. Kegiatan ini melibatkan ratusan warga meliputi suku gayo, batak, sunda, padang dan jawa yang tergabung dalam komunitas peduli budaya Gayo (KPGB).

Bupati Aceh Tengah, Shabela mengatakan, tari guel merupakan salah satu tradisi dari kabupaten itu. Shabela menjelaskan, tari guel terjadi berawal dari sebuah mimpi seorang putra mahkota Reje Linge ke 13 yang bernama Sengeda.

“Sangeda bermimpi bertemu saudara kandungnya yang bernama Bener Meria. Sementara saat itu, (konon) kabarnya Bener Meria telah meninggal dunia akibat sebuah pengkhianatan oleh saudara kandung lainya dalam upaya perebutan tahta,” ujar Shabela.

Shabela mengatakan, mimpi Sengeda itu menggambarkan bahwa Bener Meria memberi petunjuk kepada Sengeda tentang cara untuk bertemu dengan Gajah Putih dan bagaimana cara menjinakkan Gajah Putih tersebut yang tak lain adalah Bener Meria itu sendiri.

Ads
“Setelah mimpi tersebut, Sengeda pun melaksanakan pesan saudaranya yang disampaikan melalui wangsit dalam mimpinya dengan ritual dan tarian. Kemudian sang Gajah Putih ditemukan serta berhasil dijinakkan oleh Sengeda,” tutur Shabela.

“Mendengar cerita tentang adanya Gajah Putih dan kisah seorang pemuda yang berhasil menjinakkannya, Putri Kesultanan Aceh tertarik dan ingin bertemu langsung dengan Gajah Putih dan akhirnya Gajah Putih tersebut digiring oleh Sengeda untuk diserahkan kepada Putri Sultan Aceh di Kuta Raja. Tari Guel ini menggambarkan kisa itu,” sambung Shabela.

Shabela mengatakan hal itu saat ditemui wartawan di sela-sela pawai budaya dalam rangka HUT Kota Takengon yang berlangsung di lapangan kantor bupati. Pawai tersebut melibatkan seluruh sekolah yang ada di kabupaten itu.

Editor : Jamaluddin Idris
Kategori : Aceh, Pemerintahan, Aceh Tengah
www www