Home >  Berita >  Umum

Warga Lengkong Langsa Minta Eksploitasi Air Dihentikan

Warga Lengkong Langsa Minta Eksploitasi Air Dihentikan
ilustrasi
Sabtu, 17 Februari 2018 22:38 WIB
Penulis: Yudi

LANGSA – Warga Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa memita eksploitsi air bersih segera dihentikan karena keberadaannya dianggap sudah mengganggu lingkungan. Bahkan banyak rumah warga diduga rusak akibat eksploitasi tersebut.

Salah seorang warga, Dini, dalam pertemuan yang digelar oleh aparatur pemerintah gampong di musala, Jumat (16/2/2018) malam, mengatakan, eksploitasi itu sangat meresahkan warga, karena sebahagian tanah mulai amblas dan sejumlah rumah mulai rusak.

Dini mengatakan, Gampong Lengkong bukanlah kawasan industri yang seenaknya bisa di-eksploitasi air dan tanah diperjual belikan.

"Setiap hari hingga ribuan liter air disedot oleh para pengusaha pengeboran air tanah ini. Jika Gampong Lengkong ini ingin dijadikan kawasan industri, maka segera relokasikan kami dan ganti rugi semua harta yang kami miliki," teriak Dini dalam pertemuan tersebut.

Ads
Menurut Dini, eksploitasi air tanah ini merupakan persoalan yang sudah lama terjadi.

“Namun tidak diindahkan dan kami sangat kesal. Karena, mulai saat ini kami protes, tidak lain untuk menyelamatkan Gampong Lengkong dan tanah milik kami dari ancaman amblas," jelas Dini lagi.

Seorang warga lainnya, Edy Syahputra mengatakan, tanah lengkong merupakan tanah lindung giologi. Kawasan tanah Lengkong, ujar Edy, juga sudah diatur dan dilindungi.

“Kini tanah Lengkong di-eksploitasi ratusan kubik dan jika pengusaha itu tidak bayar pajak atau retribusi, maka itu dianggap maling. Akibat, eksploitasi yang berlebihan, maka telah terjadi kerusakaan. Maka dari itu perlunya adanya kajian tehnik dari pemerintah,” ujar Edy.

“Kami minta tertibkan para pengusaha pengelola air, turunkan tim ahli untuk menganalisis sehingga persoalan ini ada jalan keluarnya," kata Edy lagi.

Salah seorang pengusaha pengebor air bersih, Peno, membantah dan mengatakan, sejauh ini usaha pengeboran serta pengelolaan air bersih sudah ada surat izin dari pemerintah setempat.

"Saya sudah mengantongi izin di mana sebelum penerbitan izin, ditinjau lokasi dan kelayakannya. Bukan izin dari Pemko Langsa saja yang saya punya, melainkan dari Provinsi Aceh juga ada dan legal. Terkait masalah pajak maupun tribusi atau PAD Gampong, selalu disetorkannya," jelas Peno.

Karena suasana pertemuan itu sedikit tegang, Keuchik Gampong Lengkong, Samsul Bahri, beserta Tuha Peut dan perangkat desa mengambil kebijakan dengan memutuskan bahwa untuk sementara eksploitasi air tanah dihentikan sementara.

"Diminta kepada pengusaha pengelola air bersih harus menata ulang usahanya dan sambil menunggu kajian tekhnis dari pemerintah. Maka untuk sementara tidak diperbolehkan pengangkutan air bersih dengan mobil tangki kecuali becak betor ukuran kecil," pungkasnya.

Editor : Jamaluddin Idris
Kategori : Umum, Langsa
www www