Home >  Berita >  Peristiwa

Tanam dan Edar Ganja, Pasutri Aceh Tengah Dibekuk

Tanam dan Edar Ganja, Pasutri Aceh Tengah Dibekuk
Tiga tersangka yang sudah diamankan ke Polres Aceh Tengah, Sabtu (17/2/2018). [Syamsul Bahri Robby]
Sabtu, 17 Februari 2018 22:00 WIB
Penulis: Syamsul Bahri Robby

TAKENGON – Satuan Narkoba Polres Aceh Tengah menangkap pasangan suami istri (pasutri) karena diduga menanam dan mengedar narkotika jenis ganja. Pasutri berinisial S  dan J itu ditangkap di rumahnya di Gampong Kampung Waq, Kecamatan Linge.

Pasutri itu ditangkap setelah polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial DW. Polisi menyebut, DW ditangkap di Gampong Ise-ise saat petugas melintas di depan pos retribusi.

“Melihat DW sedang isap rokok, petugas berhenti dan menggeledahnya. Rokok yang diisap DW adalah ganja. Ini dilakukan setelah kita menerima informasi dari masyarakat bahwa di Gampong Ise-ise dan Kampung Waq kerap terjadi transaksi narkoba,” kata Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hariajadi melalui Kasat Narkoba, Iptu Sartra Wijaya.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan barang butki ganja dua bungkus, paper cap wayang dan uang pecahan sebesar Rp60 ribu. Dari interogasi, DW mengaku menyimpan ganja di rumahnya, sehingga polisi menggeledah rumah DW.

Ads
“Di rumah DW ditemukan ganja 9 bungkus yang dikemas dalam plastik warna hitam yang digantung di dinding rumah. Keterangan DW, ganja itu dibeli Rp200 ribu dari J. Petugas kemudian menggeledah rumah J dan menemukan ganja 4 bungkus,” sebut Sartra Wijaya.

Kata Sartra, J mengakui ganja itu dijual kepada orang lain. Ganji itu, lanjutnya, diperoleh dari suaminya, S. Petugas pun langsung menangkap S.

“S mengaku itu miliknya yang ditanam langsung di belakang rumah sebanyak 4 batang. Namun pohon ganja itu sudah dipanen dan batangnya sudah dibuang ke sungai,” ujar Sartra.

Saat ini ketiga tersangka dan barang bukti sudah digiring ke Polres Aceh Tengah guna proses penyelidikan lebih lanjut.

“Ketiga tersangka akan dikenakan Pasal 111, 114, 127 UU No 35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” sebut Sartra.

Editor : Jamaluddin Idris
Kategori : Peristiwa, Aceh Tengah
www www