Home > Berita > Aceh

Kapolres Untung Sangaji Bantu 3 Sumur Bor untuk Petani Pirak Timu

Kapolres Untung Sangaji Bantu 3 Sumur Bor untuk Petani Pirak Timu
Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata saat meninjau lahan sawah petani di Gampong Matang Keh, Kecamatan Pirak Timu beberapa waktu lalu. [Ist]
Sabtu, 17 Februari 2018 19:00 WIB

LHOKSUKON - Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji membantu tiga sumur bor untuk petani Gampong Matang Keh, Kecamatan Pirak Timu. Belakangan ini, ribuan hektare lahan sawah di kecamatan itu dilanda kekeringan.

"Ia enggak apa-apa, saya bantu saja. Harusnya ya yang raksasa, tapi seorang kapolres ya yang kecil-kecil saja. Nanti kita bor dulu, sesudah itu sambil kita lihat mana air yang bagus, baru," ujar Untung Sangaji kepada GoAceh melalui telepon seluler, Sabtu (17/2/2018).

Baca: Dilanda Kekeringan, Ribuan Hektare Tanaman Padi di Aceh Utara Terancam Mati

Untung Sangaji berharap bantuan darinya itu agar dapat bermanfaat bagi petani di Matang Keh dan sekitarnya.

Ads
"Untuk saat ini baru itu yang bisa kita bantu. Ya sabar-sabar aja. Kalau ada rezeki lain nanti kita lihat yang lain lagi. Karena ada sekitar 1.400 hektare yang kekeringan," kata Untung.

Saat ditanya apakah sudah ada bantuan dari pemerintah setempat sebelum ia membantu sumur bor tersebut, Untung Sangaji mengatakan, bantuan dari pribadinya itu juga merupakan mewakili pemerintah.

Baca juga: Pemkab Aceh Utara Janjikan Pompanisasi untuk Petani Pirak Timu

"Yasudah lah, saya mewakili pemerintah kan enggak apa-apa. Saya kan juga pemerintah. Dari rakyat kembali kepada rakyat juga kan. Kalau saya bantu yang itu, nanti bapak itu (pemerintah) membantu yang lain lagi. Saling menutupi lah. Yang baca doa, baca doa, yang bekerja terus bekerja," ujarnya lagi.

Seperti yang diketahui, ada sekitar 1.400 hektare tanah lahan sawah di kecamatan itu yang kondisinya sejak sebulan terakhir retak-retak akibat dilanda kekeringan. Terparah berada di Gampong Matang Keh.

Petani setempat sangat kewalahan menghadapi masalah ini, lebih-lebih tidak ada sumber air yang bisa dipasok untuk sawah mereka. Menurut para petani, jika 15 hari ke depan masih seperti itu, petani bakal menderita gagal panen.

"Di kecamatan ini ada sekitar 1.600 hektare lahan sawah. Dari jumlah ini, sekitar 1.400 hektare di antaranya sawah tadah hujan dan saat ini sedang dilanda kekeringan. Ini sudah ada 3 unit mesin pompanisasi dari dinas pertanian yang dipinjam pakai untuk petani Gampong Munje Tujoh dan Matang Keh," kata Camat Pirak Timu, Ismohar.

Ismohar menambahkan, untuk meminta hujan, warga kecamatan itu sejak beberapa hari yang lalu melaksanakan salat Istisqa. Bahkan, kata Ismohar, salat Istisqa itu akan dilanjutkan selama tujuh hari berturut-turut dan itu dilaksanakan di halaman kantor camat setempat.

Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:Aceh, Umum, Aceh Utara
wwwwww