Home >  Berita >  Umum

Warga Desa Ini Bantah Tolak Proyek Embung dari Pemerintah

Warga Desa Ini Bantah Tolak Proyek Embung dari Pemerintah
Masyarakat Gampong Buket Seuroja, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur dan sekitarnya saat memberi keterangan membantah menolak pembangunan embung Paya Pue, Kamis (15/2/2018). [Ilyas Ismail]
Kamis, 15 Februari 2018 23:28 WIB
Penulis: Ilyas Ismail
IDI - Warga Gampong Buket Seuroja, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur membantah isu yang berkembang di media sosial menolak kehadiran proyek embung di desanya. Embung adalah cekungan yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air.

Ketua Tuha Peut Gampong Buket Seuroja, Hamdan, mengatakan, isu tersebut disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan warga Gampong Buket Seuroja.

“Saya selaku ketua Tuha Peut Gampong Buket Seuroj yang mewakili masyarakat dengan tegas mengatakan bahwa kami masyarakat tidak pernah menolak pembanguan embung Paya Pue, yang hingga saat ini masih pada tahap pengerjaan. Jika ada berita yang beredar mengatasnamakan masyarakat Buket Seuroja menolak pembangun embung tersebut, itu fitnah belaka,” kata Hamdan.

Kata Hamdan, masyarakat Gampong Buket Seuroja mendukung sepenuhnya program pemerintah terhadap pembangunan embung Paya Pue sabagai sarana penampungan air irigasi untuk kebutuhan sawah warga.

Ads
“Kami masyarakat Gampong Buket Seuroja, meminta kepada pihak-pihak yang melakukan fitnah di media sosial selama ini untuk segera menghentikannya. Kami masyarakat mendukung apa saja pembangunan yang dikucurkan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk kemakmuran rakyat di gampong kami,” ujar Hamdan.

Hamdan menjelaskan, bahwa embung Paya Pue yang ada di Gampong Buket Seuroja, keberadaannya sejak zaman dulu, namun masyarakat desa itu sejak 30 tahun terakhir, juga tidak dapat mengaliri air kesawah mereka yang bersumber dari embung tersebut.

"Karena sebelumnya sarana embung tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Mudah-mudahan, setelah embung ini rampung pembangunannya. Masyarakat petani sawah dapat mengaliri areal sawah di gampong kami, dan tiga gampong lainya. Bukan delapan gampong seperti yang disebutkan dalam media sosial selama ini,” ucap Hamdan.

Hamdan menambahkan, jika fitnah yang menyatakan warga Gampong Buket Seuroja, menolak pembangunan embung Paya Pue ini terus berlanjut, pihaknya atas nama masyarakat akan mengambil sikap untuk melaporkan pihak yang membuat fitnah itu ke pihak berwajib.

"Sekali lagi saya tegaskan, bahwa kami masyarakat Gampong Buket Seuroja Kecamatan Julok, Aceh Timur, tidak pernah menolak pembangunan embung Paya Pue ini. Jangan menjelek-jelekkan gampong kami, dengan berita yang merugikan gampong kami,” demikian kata Hamdan," sambungnya.

Hal senada juga dikatakan Muhammad (42), warga lainya. Kata dia, masyarakat Buket Seuroja sangat mendukung pembangunan embung Paya Pue untuk kebutuhan air irigasi sawah warga di daerah ini.

“Kami menyambut baik semua pembangunan yang masuk ke gampong kami, jangan provokasi masyarakat kami, dengan isu-isu murahan, karena hal ini dapat merugikan desa kami. Karena akibat isu ini, pembangunan tidak akan masuk lagi ke gampong kami. Kami juga mengharapkan kepada pemerintah untuk menambah satu pintu air ke arah barat, agar air yang ditampung di embung ini, dapat mengaliri seluruh sawah warga di daearah ini dengan maksimal,” ujar Muhammad.
Editor : Jamaluddin Idris
Kategori : Umum, Aceh Timur
www www