Home >  Berita >  Aceh

Puluhan Rumah Rusak di Langsa Akibat Eksploitasi Air Bersih

Puluhan Rumah Rusak di Langsa Akibat Eksploitasi Air Bersih
Suandi Mahmud, menunjukan salah satu ruangan rumahnya yang retak, Selasa (13/2/2018).[Yudi]
Selasa, 13 Februari 2018 20:54 WIB
Penulis: Yudi

LANGSA - Diduga akibat maraknya eksploitasi air bersih di Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa secara berlebihan mengakibatkan puluhan rumah warga setempat rusa.

Salah seorang warga setempat, Suandi Mahmud, kepada GoAceh, Selasa (13/2/2018), menuturkan, eksploitasi air bersih di desanya sudah sangat tidak wajar dan berlebihan. Sehingga, kata dia, menyebabkan kondisi bangunan rumah warga sangat memprihatinkan.

"Coba lihat ini dinding dapur, kamar, ruang tamu dan samping bagian rumah banyak yang sudah retak bahkan kondisi bangunan rumahnya sudah miring ke belakang," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung lama. Namun sejak tahun 2016 kondisinya semakin parah, di mana hampir seluruh bangunannya mengalami keretakan.

Ads
Ironisnya, sebut dia, hal ini sudah pernah dilaporkan kepada keuchik dan Pemerintah Kota Langsa, tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan apapun.

Ia menambahkan, dirinya sudah pernah meminta kepada keuchik untuk dilakukan musyawarah dengan memanggil pemilik usaha pengeboran air bersih dan warga yang rumahnya rusak guna mencari solusi terbaik, tetapi sampai saat ini permintaannya itu tidak pernah dilaksanakan.

“Jika Gampong Lengkong ingin dijadikan sebagai kawasan industri air bersih silahkan, tapi harus dijelaskan terlebih dahulu dasar hukumnya dan kami siap dipindahkan dengan kompensasi ganti rugi. Jangan seperti ini, usaha pengeboran air bersih terus berjalan, sementara rumah warga yang mengalami kerusakan dibiarkan begitu saja," tuturnya.

Pada prinsipnya, dirinya dan beberapa warga yang terkena imbas akibat eksploitasi air bersih itu tidak bermaksud untuk menghalang-halangi warga yang mencari rejeki. Namun, mereka (pengusaha air bersih) juga harus memikirkan kondisi warga lainnya.

"Saya tidak tau, apakah usaha pengeboran air bersih di gampong ini memiliki izin yang lengkap atau tidak.Tapi, yang jelas saat ini usaha pengeboran air bersih itu terus berjalan, meskipun puluhan warga lainnya terkena imbasnya," jelasnya lagi.

"Jika usaha pengeboran air bersih itu memiliki izin yang lengkap, maka tolong tunjukan. Dalam hal ini, kami hanya mencari keadilan atas rumah kami yang rusak," sambungnya.

Sekretaris Gampong Lengkong, Siswanto, kepada GoAceh, menuturkan, pengeboran air bersih di gampong ini sudah berlangsung sejak tahun 2008 dan saat ini sudah sebanyak 10 usaha air bersih.

Setiap harinya, ujar Siswanto, sekitar 100 ribu liter air yang tereksploitasi.

“Sementara PAD dari usaha tersebut untuk gampong tidak ada dan kami berharap kepada pengusaha air bersih tersebut agar kedepannya dapat memberikan PAD,” katanya.

Ketika ditanya apakah eksploitasi air bersih itu berimbas kepada masyarakat, Siswanto, mengakui, selama ini ada masyarakat yang mengeluh akibat maraknya eksploitasi air bersih tersebut. Seperti, sumber air disekitar lokasi mulai mengering serta kerusakan pada rumah warga yang berada disekitar lokasi eksploitasi air bersih.

"Kami minta kepada pemerintah setempat agar segera mengirimkan tim untuk meninjau kembali eksploitasi air bersih tersebut," imbuhnya.

Editor : Jamaluddin Idris
Kategori : Aceh, Umum, Langsa
www www