Home >  Berita >  Aceh Timur
Breaking News

Buaya Setengah Ton di Sungai Arakundo Ditangkap Warga

Buaya Setengah Ton di Sungai Arakundo Ditangkap Warga
Seekor buaya betina yang ditangkap warga Gampong Lhok Seuntang Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (13/2/2018). [ist].
Selasa, 13 Februari 2018 14:33 WIB
Penulis: Ilyas Ismail

IDI - Pagi ini, Selasa (13/2/2017) sekira pukul 10.00 WIB, warga Gampong Lhok Seuntang Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh dikejutkan dengan berita penangkapan seekor buaya di sungai Arakundo. Buaya betina tersebut ditangkap menggunakan jaring saat mamalia tersebut bersandar di pinggir sungai Arakundo, di kawasan Kuala Malihan Kecamatan Simpang Ulim.

Buaya betina tersebut berukuran, panjang 550 sentimeter, lebar 80 sentimeter dan berat diperkirakan mencapai 500 kg atau setengah ton, itu kini telah diamankan warga di Gampong Lhok Seuntang Kecamatan Julok dengan pengamanan seadanya.

Kemudian oleh Kepala Desa Lhok Seuntang melaporkan kejadian penangkapan buaya tersebut kepada pihak Polsek Julok, selanjutnya pihak Kepolisian melaporkan ke pihak Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) Aceh.

Menurut masyarakat yang mendiami kawasan pinggiran sungai Arakundo, ada dua ekor buaya besar yang masih berkeliaran di sungai tersebut. Pihak Polres Aceh Timur, Polsek Julok hingga saat ini masih berada di lokasi untuk mengamankan warga yang hendak melihat buaya tersebut. Sedangkan pihak BKSDA Aceh sedang dalam perjalanan menuju Lhok Seuntang.

Ads
Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, saat dihubungi GoAceh, mengatakan, pihaknya telah meluncur ke lokasi penangkapan buaya tersebut. “Karena buaya ini ukuranya besar, kita berencana untuk mengamankan satwa dilindungi tersebut ke taman satwa yang ada di Kota Langsa untuk sementara ini,” kata Sapto.

Saat disinggung GoAceh berapa jumlah buaya yang ada di sungai Arakundo, pihaknya tidak dapat memastikan. “Menurut informasi warga ada dua buaya lagi di sungai tersebut, itu juga jumlah yang belum pasti. Kita mengingatkan warga untuk berhati-hati dan waspada, karena satwa itu dapat menyerang kita jika satwa itu merasa terganggu,” harap Sapto.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang mendiami pinggiran sungai Arakundo untuk tidak beraktifitas menjelang magrib. Karena waktu asar menjelang magrib buaya lebih banyak beraktifitas. “Harapan kita kepada masyarakat untuk dapat hidup berdampingan dengan satwa dilindungi, artinya tidak saling mengganggu,” kata Kepala BKSDA Aceh.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Timur, Umum
www www