Home >  Berita >  Aceh
Feature

Ikan Asin, Oleh-oleh Khas Kota Langsa yang Mulai Populer

Ikan Asin, Oleh-oleh Khas Kota Langsa yang Mulai Populer
Jenis-jenis ikan asin yang diperdagangkan [Yudi Purnama]
Jum'at, 09 Februari 2018 15:29 WIB
Penulis: Yudi Purnama

LANGSA - Mencari buah tangan untuk dibawa pulang saat berkunjung ke Langsa, Aceh tidaklah sulit. Banyak yang bisa dijadikan oleh-oleh khas kota tersebut, salah satunya ikan asin.

Selain kecap dan terasi, ikan asin termasuk suvenir andalan Kota Langsa. Ikan asin ini bahan bakunya berasal dari ikan-ikan berkelas, seperti Kakap, Talang, Tengar, Rambe dan sebagainya.

Ikan asin berukuran besar tersebut pengolahannya juga tanpa menggunakan bahan pengawet. Caranya, ikan segar dibelah, lalu dicuci hingga benar-benar bersih. Setelah itu, ikan disusun dalam sebuah wadah kemudian ditaburi garam. Hanya itu.

Proses penggaraman bisa memakan waktu 1x24 jam bahkan lebih. Setelah dirasa cukup asin, ikan-ikan tersebut lalu dipajang dengan cara digantung. Ini juga menjadi bagian dari proses penjemuran agar semakin kering.

Ads

Nah, bagi Anda yang berminat dengan ikan asin ini dapat membelinya di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Alur Dua, Langsa Baro. Di sepanjang jalan itu akan kita jumpai belasan lapak penjual ikan asin berukuran jumbo.

“Pembelinya banyak dari luar daerah, seperti Medan, Lhokseumawe, Takengon dan Banda Aceh. Bahkan, ikan asin ini ada yang dikirim ke Malaysia,” kata Syamsul Bahri, salah seorang pembuat dan penjual ikan asin kepada GoAceh, Kamis (8/2/2018).

Pria berusia 42 tahun ini mengisahkan, para konsumen tidak ragu lagi dengan kualitas ikan asin yang dijualnya. Menurutnya, ikan asin tersebut hanya mampu bertahan paling lama satu bulan.

“Setelah sebulan, biasanya dagingnya menghitam. Ini karena pengolahannya tanpa menggunakan bahan pengawet. Tapi jika menggunakan boraks, bisa dijual selama-lamanya, namun sangat berbahaya bagi kesehatan manusia,” beber Syamsul.

Mengenai bahan baku, Syamsul yang telah menjalankan usahanya selama delapan tahun tersebut, tidak mengalami kesulitan. Ikan-ikan segar diperolehnya dari nelayan setempat. Namun, ada juga yang dibelinya dari nelayan Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Ikan asin tersebut juga dijual dengan harga terjangkau, sesuai dengan kualitasnya. Untuk ikan asin Kakap dihargai Rp150 ribu per kg dan ikan asin Talang dibanderol dengan harga Rp120 ribu per kilogram. “Untuk ikan asin lain, harganya rata-rata Rp80 ribu per kg,” ucap Syamsul.

Omzet penjualan dapat mencapai Rp500 ribu per hari. Jika hari libur atau akhir pekan, Syamsul bisa mengantongi hingga Rp2 juta seharinya. “Rata-rata Rp15 juta sebulan,” katanya sembari menutup pembicaraan.

Oya, karena ikan asin ini ukurannya besar dan tekstur dagingnya tebal dan lembut, makanya bisa diolah untuk masakan apa saja. “Kalau kepalanya biasa saya buat gulai lemak, dagingnya digoreng aja atau dibuat sambal ijo,” kata Mawarni, salah seorang pembeli asal Banda Aceh.

Jadi, tunggu apa lagi, ayo buruan beli ikan asin berkelas ini.

Editor : TAM
Kategori : Aceh, GoNews Group, Umum, Langsa
www www