Home >  Berita >  Aceh

Gara-gara Mobil Arang Disita, Puluhan Warga Serbu Kantor KPH di Langsa

Gara-gara Mobil Arang Disita, Puluhan Warga Serbu Kantor KPH di Langsa
Puluhan warga saat mendatangi Kantor KPH Wilayah III Aceh di Kota Langsa, Rabu (7/2/2018). [Yudi]
Rabu, 07 Februari 2018 20:00 WIB
Penulis: Yudi
LANGSA - Puluhan warga yang bekerja di dapur arang mendatangi Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Aceh, di Kota Langsa, Rabu (7/2/2018). Mereka meminta agar KPH segera mengembalikan mobil pengangkut arang yang disita beberapa hari yang lalu.

Salah seorang warga, M Nasir S, kepada GoAceh mengatakan, kedatangannya ke kantor tersebut untuk meminta agar mobil pengangkut 6 ton arang bakau jenis Colt Diesel Nopol BK 9290 CH segera dilepas. Mobil itu, kata Nasir, merupakan mobil yang dirental oleh pihak lain seharga Rp1,5 juta per trip (sekali bawa ke Medan).

"Sehingga, kami yang terdiri dari warga Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur dan Gampong Alue Sentang, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, merasa terpanggil untuk membantu atau berpartisipasi meminta agar mobil tersebut dilepas. Sebab, selama ini bagi kami yang tidak memiliki penghasilan tetap merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini pembuatan arang di gampong kami," ujar M Nasir.

M Nasir bersedia jika KPH menyita arangnya dan memproses hukuman sesuai yang berlaku, tetapi mobilnya tetap dilepaskan karena arang tersebut milik beberapa agen kecil.

Ads
"Kami tau jika perambahan hutan mangrove dilarang dan melanggar hukum. Namun, jika ingin menertibkan usaha-usaha pembuatan arang jangan tebang pilih. Artinya, penertiban itu jangan hanya kepada agen-agen kecil, sedangkan cukong besar selama ini tidak pernah tersentuh hukum atau ditangkap," tegasnya.

Kemudian, dirinya mendesak pemerintah untuk memberikan lapangan pekerjaan lain bagi warga yang selama ini berprofesi sebagai pencari kayu bakau.

Sementara Kepala KPH Wilayah III Aceh, Darmi, menyampaikan, atas permintaan masyarakat dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka pihaknya memberikan mobil itu kepada pemilik Nasrul dengan status pinjam pakai dan saat pemberian juga disaksikan pihak kepolisian.

"Namun, jika sewaktu-waktu mobil itu dibutuhkan sebagai barang bukti, maka kita akan menarik kembali. Sedangkan, terkait arangnya tetap dilakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku," kata Darmi.
Editor : Jamaluddin Idris
Kategori : Aceh, Umum, Langsa
www www