Darwati Minta Pelaku Sodomi Dijerat UU Perlindungan Anak

Darwati Minta Pelaku Sodomi Dijerat UU Perlindungan Anak
Ilustrasi [Istimewa]
Senin, 05 Februari 2018 14:04 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE – Istri Gubernur Aceh, Darwati A Gani meminta pelaku sodomi terhadap sejumlah anak di bawah umur di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) agar dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA). Menurutnya, jika dikenakan Qanun Jinayat dengan 100 cambuk tidak akan memberikan efek jera terhadap pelaku, berinisial MA (40).

Permintaan itu dibenarkan Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan menjawab GoAceh, Senin (5/2/2017). Disebutkannya, permohonan itu disampaikan ketua PKK Provinsi Aceh itu saat melakukan silaturahmi dan tinjauan terhadap korban sodomi di Mapolres setempat pada Sabtu (3/2/2018) lalu.

“Iya belian meminta hal tersebut kepada kita di hadapan Kejari Abdya, Ketua dan pengurus PKK Abdya serta Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Abdya,” sebut Kapolres Abdya, AKBP Andy.

Dijelaskan Kapolres Andy, menurut pandangan Darmawati jika diterapkan dengan Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2014 dengan ancaman 100 kali cambukan sangat ringan dan tidak memberikan efek jera terhadap pelaku yang dinilai sangat bejat tersebut. 

Ads
"Kasus ini yang menjadi korbannya adalah anak-anak di bawah umur dengan jumlah sangat besar, jadi wajar kalau beliau mengharapkan hukuman yang berat untuk pelaku,” tutur Kapolres Andy.

Lebih lanjut, Kapolres Andy juga menyebutkan, dalam pertemuan itu, Darwati juga berjanji akan berkoordinasi dengan Kajati Aceh, agar seluruh pelaku pelecehan dan sodomi dihukum dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Tujuan koordinasi itu dikatakan untuk mempersamakan persepsi, sehingga pelaku sodomi mendapatkan hukuman yang berat," tuntasnya. 

Dari informasi yang didapatkan GoAceh, dalam kunjungan tersebut, istri Irwandi Yusuf bersama rombongan juga mengunjungi sekolah para korban sodomi tersebut.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh Barat Daya, Hukrim
wwwwww