Home >  Berita >  Lhokseumawe

Bahan Makanan Pengaruhi Inflasi di Lhokseumawe

Bahan Makanan Pengaruhi Inflasi di Lhokseumawe
Ilustrasi [Istimewa]
Senin, 05 Februari 2018 10:05 WIB

LHOKSEUMAWE - Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Lhokseumawe, Januari 2018 mencatat inflasi sebesar 0,32% (mtm) atau lebih rendah dibandingkan tekanan inflasi pada bulan lalu yang tercatat1,69% (mtm). Inflasi IHK terutama didominasi dan disumbang oleh inflasi bahan makanan bergejolak (volatile foods) yang terpantau tinggi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lhokseumawe Yufrizal dalam siaran pers, Senin (5/2/2018) menyebutkan, dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK sampai Januari 2018 tercatat 0,32% (ytd) atau secara tahunan mencapai 2,94% (yoy) atau berada di kisaran sasaran inflasi pemerintah sebesar 3,5±1% (yoy).

Kelompok volatile foods pada Januari 2018 tercatat mengalami inflasi sebesar 1,00% (mtm), lebih rendah apabila dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,95%. Inflasi terutama bersumber dari komoditas bawang merah, beras, daging ayam ras, jeruk dan cabai rawit.

Peningkatan harga-harga komoditas dimaksud dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan bawang merah yang terjadi di pasar tradisional dikarenakan belum adanya panen bawang merah di beberapa sentra produksi di wilayah Aceh seperti Pidie dan Aceh Besar.

Ads
Selain itu, pengaruh musim penghujan menyebabkan beberapa lahan tanaman padi gagal panen akibat banjir yang menyebabkan inflasi pada komoditas beras. Secara tahunan, inflasivolatile foods mencapai sebesar-0,43% (yoy).

Inflasi inti bulan Januari 2018 tercatat sebesar 0,01% (mtm), menurundari bulan sebelumnya sebesar 0,29%. Terjadinya inflasi komponen inti pada bulan ini terutama disumbang oleh komoditas sandang yaitu komoditas emas perhiasan yang disebabkan oleh naiknya harga emas dunia. Secara tahunan, inflasi inti mencapai sebesar 3,54% (yoy).

Inflasi komponen barang/jasa yang ditetapkan oleh pemerintah (administered price) tercatat sebesar 0,23% (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,20% (mtm) atau secara tahunan mencatat inflasi sebesar 7,15% (yoy).

“Capaian inflasi bulanan dari sisi administered price tercatat mengalami inflasi yang bersumber dari komoditas bahan bakar rumah tangga,” kata Yufrizal

Adapun kinerja intermediasi perbankan masih tumbuh membaik dibandingkan bulan sebelumnya.Kondisi ini disertai kredit/pembiayaan bermasalah (NPL)yang masih rendah dan di bawah ambang batas yang ditetapkan.

Ke depan, inflasi akan tetap diarahkan berada pada sasaran inflasi 2018, yaitu 3,5±1%. Kondisi inflasi ke depan diperkirakan meningkat mengingat adanya kenaikan harga komoditas administered prices seperti kenaikan cukai rokok dan rencana pemerintah pusat untuk menaikkan tarif listrik serta harga komoditas volatile foods yang disebabkan oleh musim penghujan yang menurut prediksi BMKG masih berlanjut sampai dengan akhir triwulan I 2018.

Untuk itu, koordinasi antara pemerintah Kota Lhokseumawe dan Bank Indonesia terus diperkuat terutama dalam menghadapi sejumlah risiko terkait kenaikan harga komoditas. Selain itu, dengan akan mulai beroperasinya KEK Arun Lhokseumawe diharapkan dapat menjadi potensi perkembangan kinerja perbankan agar meningkat.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Lhokseumawe, Ekonomi
www www