Penyaluran Rastra di Wilayah Meulaboh Terkendala Data

Penyaluran Rastra di Wilayah Meulaboh Terkendala Data
Ilustrasi
Kamis, 01 Februari 2018 17:01 WIB
Penulis: Aidil Firmansyah

MEULABOH – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik Pangan (Bulog) Meulaboh belum menyalurkan beras sejaterah (rastra) akibat terkendala vrifikasi data dari Dinas Sosial (Dinsos) di empat kabupaten atau wilayah kerja Bulog Meulaboh.

“Peluncuran pertama sudah kita lakukan pada Januari lalu, namun hingga saat ini rastra belum kita salurkan karena menunggu pihak Dinsos yang belum selesai memverifikasi data penerima bansos rastra ini,” ujar kepala Bulog Meulaboh, Ade Mulyani saat ditemu di kantornya, Kamis (1/2/2018).

Dikatakannya, dari empat kabupaten, yakni Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, dan Semeulu, pihaknya telah meluncurkan perdana di Kabupaten Simeulue pada Januari lalu di Kecamatan Teupah Tengah. Namun, belum juga disalurkan ke seluruhan sebab memiliki kendala yang sama seperti kabupaten lain, yang saat ini sedang diverifikasi data.

“Dari empat kabupaten tersebut, Aceh Jaya berencana akan mulai melakukan penyaluran pada minggu awal bulan Februari. Penyalurannya dilakukan dua bulan sekaligus untuk Januari dan Februari,” lanjut Ade.

Ads
Sementara itu, Aceh Barat dan kabupaten lainnya belum dapat disalurkan oleh pihaknya sebab masih menunggu hasil verifikasi dari dinsos di kabupaten itu.

Ade Menjelaskan, sesuai dengan intruksi dari pusat, penyaluran bansos rastra akan dilakukan setiap bulan, beras yang tersimpan di gudang Bulog Meulaboh terhintu sejak 31 januari 2018 mencapai 2500 ton, pihak Bulog Meulaboh juga menunggu kiriman beras dari Bulog Banda Aceh sebanyak 750 ton.

“Bansos dilaksanakan setiap bulan sesuai dengan intruksi dari pusat, kita berharap kepada dinsos untuk segera menyelesaikan verifikasi data dan segera hubungi kita, bulog sifatnya siap setelah ada kabar dari dinsos segera menyalurkan dan sudah kita paketkan dalam kemasan 10 kg,” jelasnya.

Pihaknya mengkhawatirkan, beras untuk bansos rastra yang tersimpan di gudang semakin lama akan berdampak buruk, yakni kualitas beras ditakutkan akan menurun dan berada dibawah standar layak konsumsi masyarakat. Ade menilai, rastra saat ini saat dibutuhkan oleh masyarakat, sebab kondisi beras semakin berkurang karena belum masuk musim panen.

“Apalagi jika sudah disalurkan rastra akan disimpan lagi di gudang kecamatan kita lebih khawatir, di bulog gudang penyimpanan ada standarisasinya sementara di gudang kecamatan diletakkan seadanya dan potensi besar tiga hari saja kalau seperti itu beras akan mengeras, nantinya bulog lagi yang disalahkan,” imbuhya.

Sistem penyaluran yang dilakukan masih menggunakan konsep tahun 2017 yakni sesuai dengan kuota yang telah diatur dengan makanisme penyaluran by name by addres yaitu yang menerima sesuai dengan nama, hal itu telah tertuang dalam petunjuk teknis penyaluran rastra.

“Beras yang tersedia di gudang 2500 ton dan penambahan dari bulog Banda Aceh cukup untuk stok selama lima sampai enam bulan kedepan,” tandasnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Simeulue, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Ekonomi
wwwwww