Isu Habib Rizieq Pulang 21 Februari, Presidium 212: Itu Berita Menyesatkan

Isu Habib Rizieq Pulang 21 Februari, Presidium 212: Itu Berita Menyesatkan
Istimewa.
Senin, 29 Januari 2018 22:03 WIB
JAKARTA - Perpecahan rupanya sudah benar-benar terjadi di tubuh kelompok 212. Bahkan, mereka kini terbagi menjadi tiga kubu yakni Persaudaraan 212, Presidium 212 dan Garda 212.

Kini, perbendaan pendapat semakin meruncing terkait dengan jadwal kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.

Menurut Juru Bicara Presidium 212, Aminuddin, pihaknya mengkiritik adanya ucapan dari kubu sebelah yang mengklaim Habib Rizieq akan pulang pada 21 Februari mendatang.

"Kami sangat menyayangkan adanya pernyataan sepihak tentang kedatangan dan kepulangan Habib Rizieq pada 21 Februari," kata Aminudin saat ditemui di Sekretariat 212, Jalan Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selata, Senin (29/1/2018).

Ads
Aminuddin menilai, pernyataan kelompok Persaudaraan 212 itu sebagai penggiringan opini yang sangat menyesatkan. "Kami khawatir justru untuk menciptakan kegaduhan dan berpotensi menimbulkan kegaduhan publik," papar Aminuddin.

Dia mengingatkan bahwa tak ada satu kelompok 212 pun yang sudah berbicara khusus soal kepulangan Habib Rizieq yang kini tengah berada di Arab Saudi.

Selain itu Aminuddin juga menegaskan pihaknya sudah memutuskan untuk menjadikan Habib Umar Al Hamid sebagai Ketua Pengurus 212 dan Ustad Hasri Harahap sebagai Sekjen.

"Kami memperjuangkan gerakan Islam visioner, konstruktif dan Rahmatan Al Alamin," tutup dia.

Sebelumnya, Persaudaraan Alumni 212 menggelar Musyawarah Nasional 1 di Bogor, Jawa Barat pada 26-27 Juni 2017. Hasil kongres ini yakni mengharapkan agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pulang ke tanah air.

Anggota Dewan Penasihat 212 Eggie Sudjana mengatakan, Habib Rizieq dijadwalkan pulang pada 21 Februari mendatang. Eggie meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk tak menghalang-halangi kepulangan Habib Rizieq. ***
Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : kriminalitas.com
Kategori : GoNews Group, Pemerintahan, Politik
www www