Home >  Berita >  Banda Aceh

Irwandi Jelaskan Alasan Pilih 6 Pesawat untuk Patroli Laut

Irwandi Jelaskan Alasan Pilih 6 Pesawat untuk Patroli Laut
Irwandi Yusuf pada acara pisah sambut Danlanud Sultan Iskandar Muda di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (20/1/2018) malam. [Ist]
Senin, 22 Januari 2018 09:03 WIB

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh akan membeli 6 pesawat untuk patroli perairan mencegah illegal fishing dan penyeludupan obat-obatan terlarang ke Aceh. Penegasan it disampaikan Irwandi Yusuf pada acara pisah sambut Danlanud Sultan Iskandar Muda, dari Kolonel Pnb Suliono kepada Kolonel Nav Indrastanto Setiawan, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (20/1/2018) malam.

“Pesawatnya sama persis dengan pesawat saya, namun akan ditambah dengan perangkat keselamatan di air. Saya tahu betul karakternya, jadi tidak beli kucing dalam karung,” katanya tentang pesawat buatan Slovakia tersebut.

Keunggulan pesawat jenis ini, katanya, mampu terbang non stop hingga 9 jam. Sedangkan pilot hanya 4 hingga 5 jam. Selain itu, pesawat ini juga mampu terbang dengan kecepatan tinggi serta bisa terbang rendah dan mampu pula terbang tinggi.

Gubernur juga membandingkan, dalam 1 jam, kapal perang bergerak dengan kecepatan maksimum hanya mampu mencapai 30 mil atau 55 kilometer. Sedangkan dengan pesawat Shark Aero, waktu 1 jam mampu menjangkau hingga 200 mil atau tepat berada di Zona Ekonomi Eksklusif.

Ads
Gubernur mengungkapkan, ada juga pihak yang menyarankan kepada dirinya agar dalam melakukan patroli laut, Pemerintah Aceh dapat meminta bantuan kepada TNI Angkatan Udara. Namun, Gubernur kembali memberi penjelasan, bahwa untuk kebutuhan 1 jam terbang, sebuah pesawat tempur membutuhkan bahan bakar hampir 1 ton.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan pesawat Eagle One Hanakaru Hokagata milik Gubernur yang hanya menghabiskan 125 liter pertamax untuk perjalanan sejauh 1.700 kilometer. Perjalanan udara tersebut pernah dilakukan Irwandi, saat melakukan kunjungan kerja ke 10 kabupaten/kota di Aceh pada bulan oktober tahun 2017 lalu.

“Harga perunitnya adalah sebesar 150 ribu Euro atau sebesar Rp2,5 miliar. Dalam pengoperasiannya, Pemerintah Aceh tidak akan show sendiri tapi akan berkoordinasi dengan TNI AL, TNI AU dan Bakamla. Dalam pengoperasiannya juga akan melibatkan AL, AU dan pilot-pilot Aceh yang sudah pernah kita sekolahkan,” tambah Gubernur.

Editor : TAM
Kategori : Banda Aceh, Umum
www www