Sosok Moeldoko di Mata Menteri Pertanian Amran Sulaiman

Sosok Moeldoko di Mata Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Moeldoko saat dilantik Presiden Jokowi.
Kamis, 18 Januari 2018 19:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Teten Masduki. Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Moeldoko telah berbuat banyak untuk Indonesia baik itu pertahanan dan pertanian.

Mentan Amran pun memuji Moeldoko saat masih menjabat Panglima TNI. Menurut Amran, jika jenderal-jenderal lain mengikuti jejak Moeldoko, dunia pertanian Indonesia semakin hebat.

"Seandainya ada banyak jenderal seperti Bapak Moeldoko yang turun ke pertanian, bisa bergetar ini Indonesia," kata Mentan Amran.

Mentan Amran mengungkap pengalamannya saat berurusan dengan Moeldoko dulu. Untuk membantu sektor pertanian, berkat Moeldoko apa yang tadinya mustahil, menjadi tidak mustahil.

Ads
"Saya pernah diminta Bapak Presiden Jokowi untuk mengirimkan 100 traktor ke Papua. Sekarang diminta, besok harus sudah sampai, entah bagaimana caranya,” kata Amran.

Mendapat perintah itu dari Presiden Jokowi, Amran pun langsung menelepon Moeldoko menyampaikan permasalahannya itu. “Beliau pusing, saya juga pusing,” kata Mentan Amran.

Namun, kata Amran, jenderal bintang empat itu pantang menyerah. Atas perintahnya, 100 traktor dari Yogyakarta diangkut ke pesawat Hercules menuju Papua.

“Kita rakit traktor itu di atas pesawat. Jadilah itu traktor termahal yang pernah kita berikan kepada masyarakat,” kata Amran menambahkan cerita ini sudah dia sampaikan kepada Presiden Jokowi.

Setelah pensiun dari TNI pada Juli 2015, Moeldoko dipercaya memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Di bawah kepemimpinannya, HKTI bergerak maju dengan menghasikan sejumlah produk pertanian, seperti benih M70D dan M400. Benih jenis pertama bisa dipanen hanya waktu 70 hari. Adapun benih kedua mempunyai sedikitnya 400 biji padi dalam satu batang.

Kenapa pertanian begitu penting bagi Moeldoko? Moeldoko menilai, untuk menciptakan keamanan negara, harus menyeluruh, termasuk pangan. Baginya, ketahanan dan kedaulatan pangan bisa jadi ancaman serius saat ini, bila petani dan pertanian Indonesia tidak dibenahi dengan sungguh-sungguh.

"Sehebat apapun persenjataan sebuah negara, keamanannya akan terancam bila sektor pangannya rapuh. Ini harus diperhatikan Indonesia. Jumlah petani Indonesia kian kecil. Perlahan, tak ada lagi generasi muda yang mau jadi petani," ujar Moeldoko. ***
www www