Bik Inem Penjaja Kue Butuh Suntikan Dana dari Dermawan

Bik Inem Penjaja Kue Butuh Suntikan Dana dari Dermawan
Bik Inem
Kamis, 18 Januari 2018 14:32 WIB
Penulis: Suparmin

KUALASIMPANG  - Misnem (60) warga Kampung Dalam, Kecamatan arang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang sudah sejak ada 20 tahunan kesehariannya menjaja kue. Untuk menghabiskan kue jualannya, Bik Inem--sapaan akrabnya harus mendatangi satu per satu kantor pemerintahan di Aceh Tamiang.

Dengan menjunjung baskom berisi kue serta menjinjing tas berisi mie rebus dan mi goreng, orang yang tidak mampu mengendarai sepeda ini tetap berjalan kaki menapi jalan komplek perkantoran pemerintah.

“Siapa sih yang nggak kenal dengan Bik Inem yang renta ini," ujarnya saat ditemui GoAceh, Kamis (18/1/2018) di emperan Kantor Sekretariat Bupati Aceh Tamiang. Seraya melayani para pegawai di kantor itu, Inem menceritakan keluh kesahnya sebagai penjual kue.

Janda yang memiliki 5 orang anak ini pun mengaku, untuk bisa menutupi membayar utang hariannya serta uang buat kebutuhan hidupnya, dirinya kerap pulang ke rumah hingga larut malam. Sementaar suaminya sudah meninggal sejak 5 tahun silam.

Ads
“Setiap hari saya harus membayar utang kepada rentenir sebanyak Rp20 ribu,” ungkap Inem.

Diceritakannya, dirinya terpaksa meminjam uang panas tersebut karena dimanfaatkan untuk modal belanja bahan baku makanan untuk dijual. Dia juga mengaku kue yang dujualnya itu milik orang lain. Dirinya hanya mengambil keuntungan Rp200 dari setiap potong kue yang laku terjual. Sedang makanan yang diolahnya sendiri berupa mi goreng dan mi rebus yang sudah dibungkusnya.

“Setiap hari saya membawa kue yang dibuat orang untuk saya jual sebanyak 200 potong. Dari penjualan kue serta mi saya bisa mendapatkan uang sebanyak Rp30-40 ribu. Dari situlah saya membayar utang dan membiayai kebutuhan hidup keluarga,” imbuh Inem.

Sementara itu, staf Bagian Humas Setdakab Aceh Tamiang, Lina kepada GoAceh mengaku sangat senang denga keberadaan Bik Inem yang setiap harinya menjual makanan dan menjadi langganannya itu.

“Senang ya, selain rasa makanannya enak, tapi juga murah,” sebut Lina.

Meskipun kehidupan ekonomi Inem masih tergolong di bawah garis kemiskinan, namun dirinya masih memiliki rasa ingin membantu dan berbagi kepada anak yatim. Namun hanya karena faktor keadaanlah sehingga dirinya belum mampu mewujudkan niat mulianya itu.

“Kalau ada orang dermawan yang mau membantu saya dengan memberikan uang untuk modal, Bik Inem akan menyisihkan uang untuk memberi makan anak yatim piatu, biar ada keberkahan,” pungkas Inem.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh Tamiang, Ekonomi
wwwwww