Terkait Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Galus, Ini Kata Kasat Reskrim

Terkait Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Galus, Ini Kata Kasat Reskrim
Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu Eko Rendi Oktama bersama anggota, saat melakukan pemeriksaan pada kenderaan pengangkut pupuk bersubsidi. [Ist]
Selasa, 16 Januari 2018 10:02 WIB
Penulis: Dosaino

BLANGKEJEREN – Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Gayo Lues (Galus), dalam sebulan belakangan disebabkan pada akhir tahun lalu ada proses penandatanganan kontrak baru, sehingga pupuk yang sudah ditebus baru masuk di Januari 2018.

“Kemarin kita sudah cek ke lapangan, dari 1.099 ton pupuk bersubsidi jenis Urea yang dialokasikan untuk Kabupaten Gayo Lues pada 2017 dan jumlah yang sama di tahun ini, ternyata kelangkaan karena kondisi akhir tahun serta pupuk yang ditebus pun baru masuk di pertengahan Januari ini. Itu disebabkan proses penandatanganan kontrak baru dilakukan,” ungkap Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, Selasa (16/1/2018).

Pun demikian kata Kasat Reskrim Polres Gayo Lues ini, dari hasil penyelidikan sementara pihaknya, memang ada dugaan pemilik kios menjual pupuk bersubsidi ini ke luar daerah. “Ada 30 kios yang menjual pupuk bersubsidi di Gayo Lues dan dari hasil penyelidikan sementara, kemungkinan ada oknum pemilik kios yang diduga menjual pupuk subsidi yang dialokasikan untuk Gayo Lues dijual ke luar daerah,” sebut Kasat.

Dia menambahkan, jika nantinya didapati ada oknum pemilik kios yang bermain, maka pihaknya akan menindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Untuk mengantisipasi pupuk bersubsidi dijual keluar daerah, pihak Kepolisian Gayo Lues juga akan memperketat pemeriksaan dipintu pintu keluar masuk Gayo Lues, terutama diperbatasan Umah Buner.

“Kami akan meminta personel Polres Gayo Lues yang berdinas di perbatasan, seperti pospol Umah Buner, untuk lebih memperketat pemeriksaan kenderaan dengan melakukan razia. Jika nantinya dalam pemeriksaan kenderaan diperbatasan ditemukan pupuk bersubsidi keluar daerah, akan kita proses hukum,” tandas Eko.

Mudah-mudahan pinta Eko, pupuk bersubsidi di Gayo Lues kembali normal dan tersedia, sehingga para petani di Gayo Lues bisa mudah mendapatkannya, dengan harapan para petani bisa maju dan menghimbau pihak distributor tidak menjual pupuk bersubsidi kuota Gayo Lues keluar daerah.

Ads
Editor:Kamal Usandi
Kategori:Gayo Lues, Umum
wwwwww