Home >  Berita >  Langsa

‎Diduga Berbuat Mesum, Janda dan Pemuda Ini Nyaris Diamuk Massa

‎Diduga Berbuat Mesum, Janda dan Pemuda Ini Nyaris Diamuk Massa
Ilustrasi [Istimewa]
Sabtu, 13 Januari 2018 14:05 WIB
Penulis: Yudi
LANGSA - Diduga berbuat mesum, seorang janda beranak empat dengan seorang pemuda warga Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh, Jumat (12/1/2018), sekitar pukul 22.00 WIB, nyaris diamuk massa.
 
 
 
Namun beruntung polisi Wilayatul Hisbah (WH) dan sejumlah petugas Dinas Syariat Islam mengamankan lokasi dan membawa janda tersebut bersama pasangannya ke Dinas Syariat Islam Kota Langsa untuk diproses lebih lanjut. Demikian disampaikan, Kepala Dinas Syariat Islam, Ibrahim Latif, kepada GoAceh, Sabtu (13/1/2018).
 
Ia menyebutkan, janda beranak empat itu berinisial SR (35), yang berprofesi sebagai seorang biduan keyboard dan merupakan warga Kecamatan Langsa Lama. Sementara kekasihnya berinisial FR (20), warga Kecamatan Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur. 
 
"Kedua pelaku itu antara janda dan telah lama terjalin hubungan asmara, dan aksi keduanya telah lama diintai oleh warga," ucapnya.
 
Kata Ibrahim Latif, sementara ini, janda itu mengontrak salah satu rumah di kawasan Langsa Baru dan di rumah kontrakan itulah mereka diduga melakukan mesum dan digerebek warga.
 
Saat ini, lanjut Ibrahim Latif lagi, keduanya telah diamankan di Kantor Dinas Syariat Islam untuk diproses lebih lanut. Dan, ketika ditangkap warga mereka tidak terbukti sedang melakukan mesum, tetapi mereka mengaku pacaran. Sebab itu, kita panggil para pihak untuk menyelesaikan kasus tersebut. 
 
"Kita memanggil pihak petua gampong, pihak keluarga baik keluarga pihak janda maupun pemuda tersebut dan kita menyelesaikan kasus tersebut secara mediasi sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 9 tahun 2008. Pihak yang laki-laki maupun yang perempuan bersedia menyelesaikan secara hukum adat dan bersedia untuk menikah," jelas Ibrahim lagi.
 
Selain itu, karena mereka telah mengotori dan melanggar adat gampong, maka keduanya diminta untuk membayar denda gampong serta diminta untuk tidak mengontrak lagi atau tinggal lagi di gampong itu. Namun, jika mereka sudah menikah secara sah dan dapat menunjukkan buku nikah maka mereka dibolehkan mengontrak kembali di gampong dimaksud.
 
Tambah Ibrahim Latif, setelah melalui mediasi akhirnya, mereka dan pihak keluarga masing-masing sanggup memenuhi ketentuan tersebut dan menandatangani surat pernyataan diatas kertas bermaterai serta sanggup memenuhi ketentuan tidak mengulangi lagi perbuatannya yang melanggar syariat Islam.
 
Setelah menandatangi surat pernyataan yang ditandatangani oleh para kedua belah pihak keluarga dan para saksi, maka mereka kita kembalikan kepada pihak keluarga masing-masing dan pihak gampong masing-masing untuk penyelesaian selanjutnya dan untuk pembinaan lebih lanjut. 
 
Ibrahim Latif, berharap para petua gampong, keuchik dan perangkat gampong lainnya supaya terus memantau hal-hal yang melanggar syariat Islam di gampongnya masing-masing dan menindaklanjutinya serta melaporkan kepada Polisi WH dan Petugas Dinas Syariat Islam, jika ada yang melanggar.
 
"Ini semua demi terlaksananya pelaksanaan dan tegaknya syariat Islam di masing-masing gampong," pungkasnya.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Langsa, Umum
www www