Home >  Berita >  Umum

Ketua DPRK Aceh Tamiang Minta Hubungan Bupati dan Wabup selalu Harmonis

Ketua DPRK Aceh Tamiang Minta Hubungan Bupati dan Wabup selalu Harmonis
Bupati Aceh Tamiang, Mursil dan Waki Bupati T Insyafuddin
Sabtu, 30 Desember 2017 07:02 WIB
Penulis: Suparmin

KUALASIMPANG - Pelantikan Bupati Aceh Tamiang dan Wakil Bupati, Mursil dan T Insyafuddin, Jumat (29/12/2017) dihadiri ribuan masyarakat dan pejabat daerah maupun kepala daerah serta pimpinan DPRK dan tokoh-tokoh Aceh.

Sehingga ruang utama persidangan disesaki oleh tamu undangan, demikian juga halaman Kantor Sekretariat DPRK Aceh Tamiang tak luput dari kehadiran ribuan masyarakat.

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dalam sambutannya mengharapkan pasangan Mursil dan T Insyafuddin dapat menjalankan roda pemerintahan secara kompak dan sehati demi kemajuan pembangunan daerah disegala lini.

“Kami berharap kepada Bupati Aceh Tamiang yang baru saja dilantik bisa kompak dan tetap menjaga keharmonisan hubungannya,” ujar Fadlon.

Hal yang disampaikan Fadlon dimaksud mendapat tanggapan serius dari Bupati Mursil melalui pidatonya usai prosesi pelantikan dilakukan.

"Yang paling penting bagaimana caranya saya bisa menjaga kerjasama dan kekompakan saya dengan pak Insyafuddin," sebut Mursil.

Selain itu, kepada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Mursil menyampaikan tentang sejumlah program penting pembangunan didaerah yang kini menjadi tanggungjawabnya. Terutama soal pembangunan jalan elak yang terhenti sejak 5 tahun silam serta pembangunan Masjid Agung yang juga bernasib sama.

Bahkan proses pembangunan Masjid tersebut terhenti semasih pengerjaan pembuatan pondasi akibat terjadinya sebuah kasus.

“Jalan elak itu pak Gubernur sudah lima tahun nggak selesai selesai. Sudah itu pembangunan Masjid Agung yang belum juga dilakukan pembangunannya.,” sambung Mursil lagi.

Imbuh Bupati baru itu, persoalan lain yang menjadi pokok pemikiran dan PR baginya yang harus dilakukan penyelesaian adalah pembangunan sejumlah jembatan.

“Contohnya untuk penyeberangan buah sawit harus menambah biaya keluar lagi sebanyak 200 Rupiah perkilo. Begitu juga dengan biaya karet. Untuk itu saya mengharap kepada Bapak Gubernur untuk menambah lagi dua atau tiga jembatan di Kabupaten Aceh Tamiang,” sebut Mursil.

Mursil juga menyebutkan kalau Kota Kualasimpang ibarat sebuah kota hantu yang dihuni oleh kuntilanak.

"Kota Kualasimpang ini sangat semrawut pak, bahkan ada yang bilang kepada saya, pak kalau bapak ke Kota Kualasimpang pada malam hari hati hati pak. Di sana ada kuntilanak. Ternyata karena Kota Kualasimpang itu kalau malam gelap gulita," papar Mursil.

Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Umum, Aceh Tamiang
www www