Home >  Berita >  Umum

Almarhum Zulfadli Tulang Punggung Bagi Keluarganya

Almarhum Zulfadli Tulang Punggung Bagi Keluarganya
Haji Uma (kana dari foto) saat berada di rumah duka Almarhum Zulfadli di Gampong Pulo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (24/12/2017) malam. [Ist]
Senin, 25 Desember 2017 16:18 WIB
Penulis: Riska Silviana

LHOKSUKON – Tak banyak yang mengira Zulfadli meninggalkan keluarga dan orang dekatnya di usia muda 21 tahun. Almarhum merupakan satu-satunya anak yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Zulfadli yang merupakan warga Gampong Pulo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara meninggal dunia di Malaysia setelah mengalami kecelakaan saat bekerja.

Ia dinyatakan meninggal akibat truk pengangkut tanah yang dikemudikannya tertabrak truk lainnya di sebuah perbukitan di Malaysia. Itu terjadi karena rem truk tersebut blong, sehingga tertabrak truk lainnya.

Jenazah korban dipulangkan dari Malaysia dan tiba di Bandara Kualanamu, Medan Sumatera Utara pada Minggu (24/12/2017) pagi setelah proses administrasi selesai diurus. Biaya pemulangannya dibantu oleh pihak perusahaan tempat almarhum bekerja.

Ads
Anggota DPD-RI asal Aceh, Sudirman Alias Haji Uma yang berkomunikasi langsung dengan perusahaan tempat almarhum bekerja yakni PT M&T Manchinery SDN.BHD. Perusahaan itu bergerak dibidang kontruksi jalan dan bangunan.

Haji Uma ditemani staf ahli dan staf asistennya dan pihak keluarga almarhum langsung menjemput jenazah Zulfadli di Bandara Kualanamu. Jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka. Jenazah tiba di kampung asalnya sekitar pukul 19.00 WIB.

“Isak tangis keluarga dan warga yang telah memadati rumah kediaman keluarga almarhum langsung pecah begitu jenazah Zulfadli tiba. Ibu almarhum terlihat begitu terpukul dengan kepergiaan anak pertamanya yang sekaligus menjadi tulang punggung keluarga selama ini,” kata Haji Uma.

Dalam kata-kata sambutannya di rumah duka, Haji Uma menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah tersebut. Haji Uma berharap kepada keluarga yang ditinggalkan agar tabah dan tawaqal.

“Semua ini sudah menjadi bagian dari rencana dari Allah SWT. Mari kita serahkan semua kepada Allah dan kita harus bergantung kepada Allah karena rezeki dan jalan hidup kita sebagai manusia sudah diatur olehNya,” tutur Haji Uma.

Editor : Jamaluddin Idris
Kategori : Umum, Aceh Utara
www www