Home >  Berita >  Aceh

Kecelakaan Saat Kerja, Warga Aceh Utara Meninggal di Malaysia

Kecelakaan Saat Kerja, Warga Aceh Utara Meninggal di Malaysia
Kondisi truk pengangkut tanah yang dikendarai korban. [Ist]
Kamis, 21 Desember 2017 23:15 WIB
Penulis: Riska Silviana

LHOKSEUMAWE – Seorang TKI asal Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara meninggal di Malaysia. Informasi yang berkembang, TKI yang diketahui bernama Zulfadli (21) itu dilaporkan meninggal akibat kecelakaan saat bekerja.

Anggota DPD-RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma kepada GoAceh, Kamis (21/12/2017) malam, mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari warga Aceh lainnya yang berada di negara jiran itu menyebutkan, kejadian berawal saat korban mengendarai sebuah truk.

Truk yang dikendarai korban saat diturunkan dari sebuah bukit tiba-tiba remnya blong, sehingga tertabrak truk lainnya yang ada di depannya karena tak dapat dielakkan lagi.

“Selanjutnya dibawa ke sebuah rumah sakit. Beberapa saat setelah di rumah sakit, korban menghembuskan napas terakhir,” kata Haji Uma berdasarkan informasi yang diterima itu.

Ads
Haji Uma menyebut, berdasarkan hasil komunikasi Abu Saba, korban mengalami luka sobek di bagian kepala dan di bagian kaki juga terluka akibat kecelakaan tersebut.

“Kejadiannya berdasarkan informasi di daerah Beruas Negeri Perak Malaysia. Hasil koordinasi warga Aceh di Malaysia dengan pihak keluarga korban di Buloeh, Kuta Makmur, korban sudah tiga tahun bekerja di negeri itu,” kata Haji Uma lagi.

Untuk langkah selanjutnya, Haji Uma terus membantu membuat komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan dengan pihak keluarga korban di Buloh Blang Ara juga sudah berkomunikasi.

“Dan untuk selanjutnya kita sedang mencari solusi untuk penjemputan jenazah. Kita nantinya akan menjembatani segala permasalahan yang kemungkinan terjadi di sana demi kelancaran pemulangan jenazah,” ujar Haji Uma.

Haji Uma menambahkan, dirinya juga sudah berkomunikasi dengan keuchik gampong tempat tinggal asal korban. Namun keuchik sedang sakit dan dalam perawatan medis.

“Informasi tambahan yang kita terima, korban sudah tidak ada lagi orangtua laik-laki. Saat ini korban memiliki orangtua perempuan dan berasal dari keluarga sederhana,” tutur Haji Uma.

Editor : Jamaluddin Idris
Kategori : Aceh, Umum
www www