Home >  Berita >  Simeulue

Pemkab Simeulue Laksanakan Musrenbang RPJMK

Pemkab Simeulue Laksanakan Musrenbang RPJMK
Bupati Simeulue, Erli Hasyim sedang memberikan arahan pada acara Musrenbang RPJMK Simeulue tahun 2017-2018 di aula Bappeda setempat, Rabu (20/12/2017). [Kif]
Rabu, 20 Desember 2017 16:02 WIB

SINABANG - Pemkab Simeulue menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJMK) 2017-2022 di aula Bappeda, Rabu (20/12/2019). Itu amanat UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Permendagri Nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah.

Musrenbang RPJMK tersebut diselenggarakan untuk menyerap aspirasi dari seluruh stakeholder agar pelaksanaan pembangunan yang disusun selaras dengan visi dan misi pemerintahan yang baru mulai tingkat desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan pusat. Hasil Musrenbang RPJMK akan menjadi masukan akhir penyusunan RPJMK Tahun 2017-2022.
 
Hal itu sebagaimana disampaikan Bupati Simeulue, Erli Hasyim saat diwawancarai awak media seusai membuka acara Musrenbang. "Semua dinas-dinas, badan dan semua stakeholder terkait harus mengusulkan program kerjanya sesuai visi dan misi kita. Sehingga, apa yang kita rencanakan terwujud dengan baik, apabila usulan dinas tersebut tidak sesuai visi dan misi kita, maka dengan sendirinya dinas itu akan tereliminasi, maka Kepala Dinasnyapun ikut terleliminasi," sebutnya.
 
Dia berharap, untuk mewujudkan semua visi dan misinya pemerintahan 5 tahun kedepan, perlu dukungan dari semua pihak terkait dan DPRK Simeulue dalam.l rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Simeulue.
 
Dari hasil pantauan media ini, Musrenbang RPJMK yang mengusung tema “terwujudnya masyarakat Simeulue yang adil dan sejahtera berdasarkan nilai-nilai syariat", sesuai visi dan misi yang telah disusun Bupati dan Wakil Bupati Simeulue untuk lima tahun ke depan, yaitu:
 
Adil: masyarakat Simeulue yang memiliki akses dan jangkauan layanan kesehatan, pendidikan, ekonomi dan infrastruktur yang merata dan proporsional di seluruh Kecamatan.
 
Sejahtera: suatu kondisi terpenuhinya hak-hak dasar secara layak mencakup pemenuhan pangan, pelayanan kesehatan, pekerjaan dan kesempatan berusaha, perumahan, air bersih dan sanitasi, tanah, sumber daya alam dan lingkungan hidup, rasa aman dan tentram serta pemenuhan hak untuk berpartisipasi dalam hal kegiatan pembagunan.
 
Nilai-nilai syariat: suatu kondisi meningkatnya nuansa-nuansa Islami dalam hidup dan kehidupan masyarakat yang ditandai dengan penerapan nilai-nilai Islami yang kaffah di seluruh aktivitas, berakhlak mulia, jujur dan adil, bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu pengentahuan, terwujudnya keluarga sakinah serta memelihara hubungan yang harmonis sesama pemeluk agama.
 
Dengan visi tersebut, diuraikan menjadi 8 pokok program prioritas pembangunan, yaitu:
1. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk mengasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing:
2. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau dan merata;
3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan dan pemanfaatan teknologi;
4. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan amanah;
5. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur serta fasilitas umum;
6. Mengelolah sumber daya alam secara optimal, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan;
7. Mewujudkan ketahanan dan kemandirian, serta
8. Mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis dengan pengamalan nilai-nilai syariat islam. (KIF)
 
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Simeulue, Umum
www www